DPR Soroti Kasus Mafia Tekstil dari Batam

  • Whatsapp

Jakarta, BatamEkbiz.com – Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan mendesak Kejaksaan Agung membongkar praktik penyalahgunaan kewenangan dalam importasi tekstil di Batam. Kasus ini bermula dari upaya penegahan oleh Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok yang mendapati 27 kontainer pada 2 Maret lalu.

Kontainer-kontainer itu diangkut dari Pelabuhan Batuampar, Kota Batam dengan tujuan Kompleks Pergudangan Green Sedayu Bizpark, Cakung, Jakarta Timur. Importirnya adalah PT Flemings Indo Batam (FIB) dan PT Peter Garmindo Prima (PGP).

Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung pada 27 April telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Pring-22/F.2/Fd,2/04/2020 dalam kasus Penyalahgunaan Kewenangan dalam Importasi Tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai Tahun 2018-2020.

“Siapapun yang terlibat harus diusut,” kata Arteria sebagaimana dilansir media online di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Kejaksaan Agung sudah memeriksa sekitar 20 saksi dalam kasus dugaan korupsi importasi tekstil ini. Di antara saksi adalah pejabat di Bea Cukai Batam, mulai dari Kepala Kantor BC, Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Kepala Fasilitas Pabean dan Cukai, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, serta lainnya. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *