Dulu untuk Aduan, Kini Sumber Cuan
Bazar ikan cupang di Perumahan Bida Kharisma Batam Center, Batam, Sabtu (31/10/2020).

Batam, BatamEkbiz.com – Deretan toples bening tersusun rapi di salah satu gang Perumahan Bida Kharisma, RT 02/RW 37, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Sabtu (31/10/2020). Ditempatkan di rak-rak besi berwarna biru dan coklat, deretan toples bening berisi warna-warni ikan aduan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar dan pengunjung.

“Kami sedang menggelar bazar ikan cupang,” kata Asep Carno, Penggagas Kampung Seni dan Bazar Ikan Cupang sambil menunjukkan deretan ikan cupang yang dipamerkan.

Ada ratusan ikan cupang berbagai jenis yang dipamerkan dalam bazar yang berlangsung dua hari, hingga Minggu (1/11) besok. Harganya bervariasi, mulai dari Rp10 ribu sampai Rp500 ribu per ekornya.

“Pembelinya masih seputar Batam, ada yang datang dari Tiban, Tanjungpiayu, hingga Bengkong,” kata Asep.

Asep menceritakan, ide bazar ini berawal dari maraknya warga sekitar yang gemar memelihara ikan cupang. Apalagi saat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) mewabah, banyak warga yang akhirnya beraktivitas dari rumah. Untuk mengusir jenuh, memelihara ikan cupang menjadi salah satu pilihan.

Berbeda dengan ikan hias lain, cupang termasuk jenis ikan yang mudah pemeliharaannya. Ikan ini bisa awet hidup tanpa oksigen bantuan dari pompa gelembung udara yang biasa dipasang di akuarium. Penempatannya juga hemat ruang, cukup dalam toples plastik, toples kaca, atau akuarium mini.

“Makanannya jentik nyamuk atau kutu air dan cacing sutra. Mudah dicari dan banyak dijual di toko ikan hias atau toko burung,” kata Asep.

Di tangan Pemilik Cahaya Betta Farm ini, ikan yang dulunya sering menjadi aduan itu, kini menjadi sumber keuntungan (cuan) dan pendapatan ekonomi. Beberapa jenis ikan cupang dibudidaya, mulai dari giant, plakat, halfmoon, bluerim, dan lainnya. Jenis gordon memiliki warna khas metalik yang berkilau. Sementara itu, blue rim memiliki warna solid putih dengan kombinasi biru di sepanjang tepi siripnya.

Baca juga: Potensi Ekonomi Tersembunyi di Kampung Seni

Di Batam, bisnis ikan cupang kian marak saat pandemi Covid-19, seiring kebijakan pemerintah menerapkan pembatasan sosial, mencegah kerumunan, dan menjaga jarak. Banyak aktivitas yang akhirnya dilakukan dari rumah, termasuk dalam menjual dan membeli ikan cupang.

Konsumen tidak lagi mendatangi penjual, karena melakukan jaga jarak fisik. Selain melalui pameran atau bazar, ikan-ikan cupang kini banyak ditawarkan secara online atau dalam jaringan (daring), seperti melalui Facebook, Instagram, dan e-commerce.

Asep mengungkapkan, pemasaran ikan cupang secara daring meningkat pesat sejak pandemi Covid-19. Pembelinya tidak hanya warga lokal Batam, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, di antara pembeli berasal dari luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura.

“Mereka ada komunitas penggemar ikan cupang di Malaysia atau Singapura. Jadi begitu tahu ada ikan cupang yang bagus, mereka langsung pesan,” katanya. (re)