Dulu untuk Pengungsi, Kini Disiapkan untuk Pasien Epidemi
Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Kota Batam.

Selain itu, lokasi setempat didukung oleh Bandara Hang Nadim. Pesawat berbadan lebar dapat mendarat di bandara tersebut. Jarak tempuh dari bandara ke lokasi memakan waktu 15 menit. Dengan demikian, apabila ada warga Indonesia yang terinfeksi dan datang dari luar negeri atau dalam negeri bisa langsung menuju ke Pulau Galang.

Rumah sakit yang dibangun di atas lahan seluas 20 hektare ini dilengkapi sejumlah fasilitas untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya Covid-19. Tidak hanya bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) saja, tetapi juga fasilitas pendukungnya, seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain.

Tersedia juga kelengkapan layanan pendukung, seperti 20 unit ambulans dari TNI AD, TNI AU, TNI AL, Polda Kepri, Pemko Batam, dan Pemprov Kepri. Kemudian 4 truk, 4 minibus, dan 2.000 alat pelindung diri (APD) dan 5.000 masker dari Dinas Kesehatan Kepri.

Rencana kapasitas tampung sebanyak 1.000 tempat tidur untuk fasilitas Penampungan/Karantina/Observasiterhadap Penyakit yang disebabkan Virus Corona/COVID-19. Pada Tahap I dibangun fasilitas dengan daya tampung 360 tempat tidur dan Tahap II sebanyak 640 tempat tidur. Fasilitas ini meliputi 340 untuk sarana observasi dan 20 untuk isolasi. Lengkap dengan peraltan medis yang telah terpasang.

Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 Zonasi. Yakni Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas.

Pada tahap awal akan dibangun 2 gedung bertingkat 2 berada di Zona B yang terdiri dari fasilitas observasi, penampungan, karantina. Termasuk isolasi yang terdiri dari ruang observasi dan ruang isolasi untuk Intensive Care Unit (ICU) dan untuk Non ICU.

Selain itu di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan existing untuk bangunan penunjang, fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi.

Terakhir Zona C adalah untuk tahap berikutnya (menyesuaikan kebutuhan) dengan memanfaatkan cadangan lahan.

“Saat ini 247 personel siap bertugas. Mereka terdiri dari dokter, tenaga medis, paramedis, dan nonmedis yang merupakan gabungan dari TNI, Polri, Pemprov Kepri dan sukarelawan. Sedangkan peralatan kesehatan dan perlengkapan gizi disediakan oleh Kementerian Kesehatan,” jelas Yudo.