Sekupang, BatamEkbiz.Com — Penentuan kursi berdasarkan suara terbanyak membuat sejumlah Ketua Partai Politik (Parpol) gagal berebut kursi. Berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara sementara tingkat Kota Batam, terdapat enam Ketua Parpol yang akan tumbang. Mereka adalah Ketua DPC PDIP Batam, Jamsir, Ketua DPC PKS Batam, Taufik Hermawan, Ketua DPC Hanura Batam, Iwan Krisnawan, Ketua DPC PPP Batam, Muchlis Jamal, Ketua DPC PBB Batam, Roni Abdi, dan Ketua DPC PKPI Batam, Eddy C. Lummawie.

Padahal selain sebagai pimpinan partai, dalam penentuan nomor urut daftar calon tetap (DCT), mereka juga menempati nomor urut 1. Nomor urut 1 masih menjadi gengsi dan terkadang menjadi perebutan antar caleg di internal partai.

Di dapil I, Taufik Hermawan hanya mampu mendulang 775 suara. Di dapil yang terdiri atas Kecamatan Batuampar dan Bengkong ini, PKS dengan 2.852 suara gagal mendapat kursi dari 9 kursi DPRD Batam yang teralokasi.

“Saya kalah karena saya tidak menggunakan politik uang,” alasan Taufik.

Di dapil II – Kecamatan Lubukbaja dan Batamkota -, Eddy C. Lummawie unggul dengan 1.785 suara dibanding caleg lain internal partai. Namun perolehan total suara partai dan caleg PKPI sebanyak 3.937 suara, tidak mampu mendapat meraih kursi dari 12 kursi yang teralokasi.

Di dapil IV – Kecamatan Sagulung – Muchlis Jamal mendapat 510 suara dan menempatkannya sebagai peraih suara terbanyak di internal partainya. Namun dengan total perolehan partai dan caleg sebanyak 2.060 suara, PPP gagal mendapat kursi dari 8 kursi yang teralokasi.

Dapil V merupakan dapil terbanyak dengan Ketua Partai yang tumbang. Di dapil yang terdiri atas Kecamatan Sekupang, Belakangpadang, dan Batuaji ini, Jamsir, Iwan Krisnawan, dan Roni Abdi gagal berebut kursi dari 12 kursi yang teralokasi.

PDIP meskipun mampu meraih suara tertinggi dan mendapat alokasi dua kursi, namun tidak membuat Jamsir lolos ke kursi dewan. Dengan perolehan 2.526 suara, hanya menempatkan Jamsir sebagai peraih suara terbanyak ketiga setelah Sugito dengan 3.077 suara dan Budi Mardiyanto dengan 3.048 suara.

Perolehan suara Iwan Krisnawan juga kalah dengan caleg incumbent di internal partainya nomor urut 4, Muhammad Musofa. Iwan Krisnawan hanya memperoleh 662 suara, terpaut 1.671 suara dibanding Muhammad Musofa yang memperoleh 2.333 suara.

Sementara Ronni Abdi hanya meraih 618 suara. Total perolehan suara caleg dan partai dengan 1.383 suara, tidak mampu mengantarkan Ronni Abdi meraih 12 kursi yang tersedia.

Pengamat Politik Kepri, Zamzami A. Karim mengatakan, terlalu percaya diri hingga kurang bekerja keras, membuat para petinggi partai tersingkir. Percaya diri bahwa sebagai Ketua Partai, ia lebih populer dan dikenal masyarakat dibanding caleg lainnya. Akhirnya kurang bekerja keras, bahkan hanya bersandar pada hasil perolehan caleg di nomor urut bawahnya.

“Mereka berharap caleg di nomor urut bawahnya yang akan mengatrol perolehan suaranya,” jelas Zamzami. (R02)