Gandeng Kitabisa, Pinhome dan 16 Startup Targetkan Distribusi 10 Ribu Oksigen Konsentrator

BatamEkbiz.com – Pinhome bersama 16 startup dan perusahaan teknologi Indonesia bekerjasama dengan platform Kitabisa.com menggalang dana untuk menyediakan oksigen konsentrator. Oksigen ini akan didistribusikan ke berbagai rumah sakit di Indonesia untuk pengobatan pasien Covid-19.

Saat ini kondisi pandemi di Indonesia sudah menembus lebih dari 3,3 juta kasus, dengan rata-rata kasus harian mencapai 45 ribu kasus positif per hari. Lebih dari 500 ribu kasus aktif, dan ¼ di antaranya membutuhkan bantuan oksigen.

Tergerak dengan kondisi ini, maka Pinhome berinisiatif untuk ikut serta menggalang dana menyediakan oksigen konsentrator dalam jumlah banyak. Oksigen konsentrator sangat penting untuk menyediakan oksigen di beragam fasilitas kesehatan. Bantuan ini akan didistribusikan di bawah naungan Oxygen for Indonesia (OxyID).

Head of Marketing & PR Pinhome, Dani Budianto, mengatakan bahwa keikutsertaan Pinhome dalam penggalangan dana ini merupakan salah satu wujud kepedulian Pinhome terhadap sesama guna memberikan dampak nyata kepada masyarakat Indonesia.

“Keikutsertaan kami dengan penggalangan dana ini dengan harapan bisa mengajak lebih banyak lagi warga, untuk saling bahu-membahu di situasi saat ini. Pengadaan oksigen konsentrator pastinya akan memberikan dampak yang sangat besar bagi penanganan Covid-19,” katanya.

Baca juga: Laporkan Pelapak yang Jual Mahal Tabung Oksigen

Gerakan ini secara total menargetkan untuk dapat menyediakan 10 ribu oksigen konsentrator yang tidak hanya akan menolong satu atau dua pasien Covid-19, tapi juga dapat menolong hingga 30 ribu nyawa/bulan dan bahkan 7 juta orang selama mesin ini beroperasi. Hal itu dikarenakan oksigen konsentrator bisa terus memproduksi oksigen selama 24 jam dan akan disebarkan ke berbagai fasilitas kesehatan untuk pasien Covid-19.

Untuk itu, Pinhome mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bahu-membahu menyukseskan program ini agar dapat menjangkau semakin banyak fasilitas kesehatan di Indonesia. Melalui program ini, kami juga berharap bantuan yang diberikan dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa. (r)