Golkar Ubah Dukungan di Pilwako Batam, Ini Tanggapan Hijazi

  • Whatsapp
Pertemuan sesama Bakal Calon Walikota Batam, Ahmad Hijazi (kanan) dan Surya Makmur Nasution (kiri).

Batam, BatamEkbiz.com – Nama Ahmad Hijazi muncul dalam bursa Bakal Calon Walikota Batam setelah diperkenalkan Partai Golkar, 21 Juni lalu. Bahkan nama mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dan Sekda Provinsi Riau itu sudah diusulkan oleh DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri ke DPP Partai Golkar untuk disurvei.

Sebulan kemudian, arah politik berubah. Partai Golkar menunjukkan sinyal mengusung calon lain di Pilwako Batam, pasangan calon petahana, Walikota Batam Rudi dan Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad.

Bacaan Lainnya

“Tiba-tiba ada kebijakan partai untuk membangun koalisi dalam rangka 2024, koalisi antara Partai Golkar dengan Nasdem,” ungkap Hijazi, Kamis (23/7/2020).

Sinyal berbeloknya arah dukungan Partai Golkar di Pilwako Batam itu terlihat saat penyerahan rekomendasi Partai Nasdem kepada pasangan Muhammad Rudi-Amsakar Achmad di Batam, Senin (20/7/2020). Ketua DPD I Partai Golkar Kepri Akhmad Ma’ruf Maulana dan Ketua DPD II Partai Golkar Batam Ruslan Ali Wasyim hadir bersama Ketua partai pengusung lainnya, seperti dari Hanura, PAN, dan PKS.

Hijazi mengaku sudah mendapatkan kepastian berbeloknya arah dukungan Partai Golkar, meski rekomendasi DPP Partai Golkar untuk pasangan calon yang bakal diusung di Pilwako Batam belum turun. Kepastian itu setelah pihaknya berkomunikasi langsung dengan Badan Pemenangan Pemilukada (Bappilu) Partai Golkar.

“Mereka (Bappilu Partai Golkar) menyampaikan permintaan maaf kepada saya, karena ini kebijakan sudah tegak lurus,” katanya.

Pasca-ditinggal Golkar, Hijazi masih berupaya mengantongi tiket untuk berlaga di Pilwako Batam 2020. Selain membangun komunikasi dengan partai politik, ia juga membangun komunikasi dengan sejumlah bakal calon. Namun ia enggan untuk mengungkap partai-partai yang berpotensi mendukungnya di Pilwako Batam.

“Ini semua masih berproses, kami tetap lanjut, persoalan partai (Golkar) kan persoalan dinamika politik,” ujarnya. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *