Harga Minyak Goreng di Batam Melambung, Ini Kata Mendag
Kunjungan anggota DPR ke pasar Batam untuk memantau harga bahan pokok di Batam, beberapa waktu lalu.

BatamEkbiz.com – Harga minyak goreng di Kota Batam terus melambung dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan pantauan di sejumlah minimarket dan toko sembako, minyak goreng kemasan sudah menembus Rp18 ribu sampai Rp20 ribu per liter.

Padahal, sebelum terjadi kenaikan, harga minyak goreng kemasan tersebut berkisar Rp11 ribu sampai Rp13 ribu per liter. Kenaikannya hampir 100 persen.

Sementara minyak goreng curah yang harganya lebih rendah, makin langka di pasaran. Masyarakat mengeluhkan kondisi ini, karena biaya hidup makin tinggi di tengah upaya pemulihan ekonomi keluarga pasca-pandemi Covid-19.

“Kondisi ekonomi keluarga belum pulih karena Covid-19, ini harga-harga justru melambung, terutama minyak goreng,” keluh Amelia, warga Pancur, Kelurahan Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk, Sabtu 20 November 2021.

Merespon melonjaknya harga minyak goreng, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi beralasan bahwa kenaikan dipicu oleh kenaikan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Saat ini Kementerian Perdagangan telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp11 ribu per kilogram (Kg) dengan acuan harga CPO internasional berkisar USD500-600 per metrik ton (MT). Sementara, harga CPO saat ini telah menyentuh kisaran USD1.250 per MT.

“Waktu kita bikin harga eceran tertinggi Rp11 ribu berbasis harga CPO USD500-600. Begitu harganya naik lebih dari dua kali lipat, maka harga minyak goreng hari ini terkadang lebih dari Rp16.000 sebagai bagian dari yang tertinggi. Tapi ini konsekuensi dari market internasional,” ujar Lutfi dalam acara Digital Technopreneur Fest & Socio Technopreneur Campus, Jumat 19 November 2021.

Baca juga: Irwansyah Resmikan Toko Sembako Koperasi Konsumen Posyandu Madani Batam

Lutfi memproyeksikan, harga CPO internasional akan naik hingga menembus USD1.500 per MT. Hal ini bisa menyebabkan panen kacang kedelai di seluruh dunia terganggu. Meski begitu, dia enggan menyinggung mengenai intervensi pemerintah untuk menurunkan harga minyak goreng yang melonjak di level masyarakat.

“Panen daripada kacang kedelai seluruh dunia itu tidak akan terlalu baik. Tapi yang jadi permasalahan ini adalah income yang luar biasa bagi Indonesia,” tuturnya. (mad)