Hari Santri Usung Tema Santri Sehat Indonesia Kuat

  • Whatsapp
Kegiatan para santri Ngaji Bareng Kyai.

Jakarta, BatamEkbiz.com – Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober sejak tahun 2015 akan mengusung tema Santri Sehat Indonesia Kuat. Peringatan Hari Santri tahun ini akan dilaksanakan dalam suasana pandemi.

“Tema ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak santri untuk tetap menjaga kesehatannya dan tetap melaksanakan protokol kesehatan agar pesantren benar-benar menjadi tempat yang aman bagi santri,” kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Bacaan Lainnya

Zainut mengungkapkan, saat ini faktanya terdapat pondok pesantren yang telah menjadi klaster penyebaran Covid-19. Ada sebanyak 1.489 santri positif Covid-19 di 27 pesantren dari 10 provinsi di Indonesia.

“Sebanyak 969 di antaranya dinyatakan sembuh, 519 dalam perawatan, dan 1 orang meninggal dunia,” katanya.

Zainut menyebutkan, pada 30 September 2020, Kemenag telah mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terkait penanganan klaster Covid-19 di pesantren. Dalam rapat itu, Kemenag menyampaikan beberapa usulan, di antaranya merekomendasikan untuk dibentuk Task Force guna mengatasi klaster Covid-19 di pesantren.

Baca juga:

Jadi Sorotan PKB, Pemko Batam Akhirnya Gratiskan Rapid Tes Ratusan Santri

“Task Force ini berisi tim gabungan dari Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Gugus Covid, dan juga pihak pesantren serta ormas-ormas Islam. Kenapa harus dilibatkan ormas Islam? Agar penanganan Covid-19 di pondok pesantren ini bisa dilakukan dengan cara yang lebih baik,” urai Zainut.

Menurut Zainut, hal ini akan mempermudah komunikasi dan sosialisasi penanganan Covid-19 di pondok pesantren. Misalnya, ada informasi masih ada pondok pesantren menolak dilakukan rapid atau ada pesantren yang tidak percaya adanya Covid-19.

“Ini perlu adanya sosialisasi (dengan pendekatan khusus), agar ada pemahaman dari masyarakat pondok pesantren bahwa Covid-19 ini adalah suatu penyakit yang berbahaya,” jelasnya. (re)