Hibah Pariwisata, 70 Persen untuk Hotel dan Restoran

  • Whatsapp
hibah pariwisata untuk hotel dan restoran
Seorang pelanggan melakukan transaksi pembayaran di salah satu restoran, Rabu (21/10/2020).

Jakarta, BatamEkbiz.com – Pemerintah menyalurkan dana hibah pariwisata Rp3,3 triliun ke 101 kabupaten/kota sebagai bagian penanganan dampak ekonomi dan asosial akibat Covid-19. Pemerintah akan mentransfer ke daerah dalam penyaluran hibah pariwisata ini. Sebesar 70 persen untuk usaha hotel dan restoran berdasarkan realisasi pajak hotel dan pajak restoran (PHPR) 2019 di masing-masing daerah.

“Serta 30 persen untuk daerah yang digunakan sebagai bagian dalam penanganan dampak ekonomi dan sosial akibat Covid-19, terutama pada sektor pariwisata. Hibah pariwisata ini akan dilaksanakan hingga Desember 2020.” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam konferensi pers dana hibah pariwisata di media center Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Bacaan Lainnya

Sebanyak 101 daerah tersebut terkurasi berdasarkan beberapa kriteria. Di antaranya ibu kota 34 provinsi berada di 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) dan 5 destinasi super prioritas (DSP). Kemudian daerah yang termasuk 100 calendar of event (COE) dan destinasi branding. Serta daerah dengan pendapatan dari PHPR minimal 15 persen dari total PAD tahun anggaran 2019.

Baca juga: Batam Terima Dana Hibah Pariwisata

Menparekraf Wishnutama mengatakan, dana hibah ini bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) guna membantu daerah, industri hotel dan restoran. Ia berharap destinasi dapat meningkatkan penerapan protokol CHSE melalui program ini. Sehingga tercipta rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, sekaligus membantu industri pariwisata agar dapat bertahan.

Selain itu, industri dapat terbantu untuk meningkatkan kesiapan destinasi dalam penerapan protokol kesehatan (4K) Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan atau Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) dengan lebih baik.

“Ini menjadi langkah awal dari berbagai program pemulihan untuk mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata karena pelaksanaan protokol kesehatan dengan baik adalah kunci keberhasilan sektor pariwisata agar dapat lebih cepat bangkit,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin Hamid bersyukur Batam mendapatkan dana hibah pariwisata dari pemerintah pusat. Ia berharap dana jibah ini dapat menggerakkan kembali kegiatan pariwisata yang sempat anjlok akibat pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah kita berucap syukur, Batam mendapat Dana Hibah Pariwisata ini. Semoga pandemi ini segera berlalu, masyarakat dapat beraktivitas kembali seperti biasa dan ekonomi kita kembali bergairah,” kata Jefridin.