Hindari Debt Collector, Pelaku UKM Tak Lagi Betah di Rumah
Aktivitas pembeli dan pedagang di Pasar Jodoh saat pandemi Covid-19 belum mewabah di Kota Batam.

Namun, kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan pembayaran angsuran itu hanya menjadi angin surga saja. Menjelang tanggal pembayaran angsuran atau cicilan tiba, datang beragam model tagihan. Awalnya melalui beberapa kali telepon yang mengingatkan Aris untuk segera membayar angsuran bulan tersebut. Kemudian disusul dengan datangnya sang penagih, debt collector. Belum lagi pembayaran-pembayaran rutin lainnay, seperti listrik dan air yang juga tak bisa ditunda.

Tak ada relaksasi atau kemudahan pembayaran sebagaimana digembar-gemborkan pemerintah. Alih-alih mendapat keringanan, ia justru diancam diseret ke ranah hukum jika tak segera melakukan pembayaran.

“Pemerintah menyatakan ada keringanan untuk bayar cicilan atau kredit, kenyataannya debt collector tetap datang menagih pembayaran. Jika tidak, saya akan dipolisikan,” katanya.

Takut campur malu terus dikejar-kejar debt collector, Aris akhirnya nekat jualan lagi. Ia sudah tak betah lagi di rumah sampai tanggal 15 Juni, sebagaimana rencana daerah untuk memberlakukan kenormalan baru (new normal).

“Ngapain juga terus di rumah, tak ada pendapatan. Daripada tambah pusing dengan banyaknya tagihan, mending jualan agar bisa membayar cicilan,” katanya.

Di Pasar Pagi, Aris tak sendiri. Ia mendapati pedagang lainnya juga mempunyai pengalaman yang sama. Berangsur-angsur para pedagang jualan lagi, karena juga tak betah lama-lama di rumah.

“Kalau pegawai negeri atau karyawan swasta masih enak, di rumah saja tetap terima gaji bulanan. Lha, kalau kita, hasil jualan sekarang untuk makan sekarang. Kalau nggak jualan, gimana mau makan,” katanya.

Kini, Pemko Batam mulai menyiapkan langkah-langkah untuk menggerakkan kembali ekonomi Batam. Namun masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, mengingat belum diketahui sampai kapan wabah Covid-19 berakhir.

Wali Kota Batam, Rudi, mengatakan ekonomi Batam harus tetap jalan, bersamaan dengan upaya penanggulangan Covid-19 yang saat ini tengah dilakukan. Karena itu pemerintah mulai melonggarkan aktivitas masyarakat, dengan catatan tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin.

“Dalam waktu dua bulan, saya ingin ekonomi Batam bisa mulai pulih kembali,” katanya. (re)