HMI Batam Santuni Yatim dan Dhuafa

  • Whatsapp

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Menyambut Ramadan 1438 H, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Batam menggelar Tahrib Ramadhan sekaligus pembagian santunan untuk yatim dan dhuafa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Nurul Yaqin Legenda Malaka, Batam Centre, Kamis, 25 Mei 2017.

Ketua Panitia, Andriansyah Sinaga menyampaikan, kegiatan Tarhib Ramadhan bersama anak yatim ini merupakan wujud kepedulian HMI Cabang Batam terhadap sesama. Dia berharap Ramadan bisa menjadi momentum bagi muslim untuk berbuat lebih baik lagi dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum HMI Cabang Batam, Vidiel Tania Pratama mengatakan, Tahrib Ramadhan dan santunan kepada yatim serta dhuafa ini diselenggarakan untuk menghadirkan keceriaan yatim dan dhuafa menyambut Ramadan. Selama Ramadan, HMI Cabang Batam juga akan menggerakkan kadernya kembali ke masjid dan memuliakan rumah Allah, serta ikut menangkal paham komunis dan radikal di kalangan generasi muda.

“Anak yatim sejatinya adalah tanggung jawab kita yang memiliki kelebihan rezeki. Tidaklah hina bagi seseorang untuk memuliakan anak yatim, apalagi membuat senang hati anak yatim,” katanya.

Ketua Umum Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (KAHMI) Kepri, Surya Makmur Nasution mengatakan, pada dasarnya kegiatan yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Batam ini luar biasa. Sebab HMI masih memiliki inisiatif dan proaktif dalam memperhatikan anak yatim dan dhuafa.

“KAHMI tentu akan mendukung kegiatan HMI yang bertujuan membina anak yatim.  Kalaulah misalnya setiap masjid di Kota Batam membina anak yatim, tentulah lebih mudah membantu dan menyenangkan hati anak-anak yatim tersebut,” ujarnya.

Menurut anggota DPRD Provinsi Kepri ini, KAHMI mendorong agar masjid bisa menjadi pusat pengembangan anak yatim dan kaum dhuafa. KAHMI sangat mengapresiasi Masjid Nurul Yaqin Legenda Malaka yang bisa mendidik anak yatim dan berharap bisa menjadi contoh bagi masjid-masjid yang ada di Kota Batam.

“Masjid jangan hanya kita jadikan tempat salat lima waktu saja. Akan tetapi kita jadikan masjid sebagai tempat pendidikan dan pengembangan keilmuan generasi muda, terutama anak yatim. Sehingga masjid mempunyai peran keumatan sebagai benteng melawan godaan duniawi yang menyesatkan.

Kegiatan bertema “Ukhuwah Islamiyah untuk Perkokoh Persatuan Ummat dan Bangsa” tersebut juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Suyono. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *