Ikan Dingkis Batam Jadi Primadona Hingga Singapura
Perairan Bulang penghasil ikan-ikan Dingkis di Batam, Sabtu (13/2/2021).

BatamEkbiz.com – Ikan dingkis yang dihasilkan dari laut Batam banyak diminati hingga mancanegara. Bahkan saat Imlek, harganya bisa meningkat beberapa kali lipat. Saat Imlek, harga ikan dingkis bisa mencapai Rp500 ribu per kilogram dibanding hari biasa dengan Rp50 ribu per kilogramnya.

“Cari ikan dingkis ini untung-untungan. Kadang bisa dapat ikan sampai 10 kilogram. Lumayan, harganya bisa mencapai Rp500 ribu per kilogramnya, terutama sehari menjelang Imlek,” ungkap Rahmat, warga Bulang, Sabtu (13/2/2021).

Ikan dingkis merupakan salah satu kuliner khas yang disantap saat perayaan Imlek. Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, ikan-ikan dingkis ini juga banyak dijual ke Singapura.

Harganya bisa lebih mahal lagi kalau untuk dijual ke Singapura. Hanya saja, kualitas dan kesegaran ikan harus terjaga. Karena hanya ikan-ikan yang segar dan kondisinya bagus saja yang bisa masuk pasar Singapura.

Untuk mendapatkan ikan dingkis, nelayan Batam biasa menggunakan sistem bubu atau kelong. Jika pakai bubu, jaring-jaring berbentuk kotak dengan ujung lancip di bagian bawahnya ini dipasang di sejumlah tempat. Agar tidak lupa lokasi atau salah mengambil, masing-masing bubu itu ditandai dengan titik koordinat.

“Biasa bubu dipasang di tengah laut, setelah dua atau tiga hari baru diambil lagi,” katanya.

Baca juga: Pasarkan Produk Perikanan, Bukalapak Gabung Jadi Kelompok Nelayan

Begitu juga dengan kelong yang ditempatkan di sejumlah lokasi. Setiap hari harus dicek untuk memastikan ada tidaknya ikan masuk ke dalam jaring kelong.

“Hasilnya nggak tentu. Kadang ada dapat, kadang juga tidak dapat sama sekali,” kata Rahmat. (r)