Indonesia Dominasi Perusahaan Ritel Terbesar di Asia Tenggara

BatamEkbiz.com – Perusahaan riset pasar yang berbasis di London, Euromonitor International, merilis daftar Top 100 Retailers in Southeast Asia 2020. Dalam laporan itu, tercatat 3 dari 10 perusahaan ritel terbesar di Asia Tenggara berasal dari Indonesia.

Dalam dunia bisnis, ada yang dinamakan perusahaan ritel atau retail company/retailers dan dalam skala kecil sering disebut pengecer. Perusahaan ritel atau pengecer merupakan sistem pemasaran produk yang transaksi penjualannya langsung ditujukan kepada konsumen. Istilah lainnya biasa disebut sebagai B2C (Business to Consumen). Di sini konsumen sebagai pihak terakhir yang menggunakan produk ini dan tidak untuk dijual lagi.

Produk yang biasa dijual oleh pengecer atau perusahaan ritel adalah produk makanan, perabotan rumah tangga, produk kemasan, pakaian, serta produk sehari-hari.

Pertumbuhan terlihat pada peningkatan pangsa pasar dari 10 perusahaan ritel terbesar di Asia Tenggara. Mayoritas perusahaan mengalami peningkatan penjualan serta pangsa pasar sepanjang tahun 2019-2020.

Baca juga: Koperasi Pesantren Potensial Bangun Jaringan Ritel Modern

Dalam daftar tersebut, Tokopedia menduduki peringkat pertama sebagai perusahaan ritel terbesar di Asia Tenggara. Selain Tokopedia, dua perusahaan asal Indonesia lainnya, Salim Group dan Alfamart, juga masuk dan berada di peringkat 4 dan 5.

Berikut daftar perusahaan ritel terbesar versi Euromonitor International.

1. Tokopedia (Indonesia)

Perusahaan eCommerce sekaligus perusahaan ritel terkemuka Indonesia, Tokopedia, berhasil menduduki peringkat pertama dengan pangsa pasar mencapai 6.465 juta dolar AS pada 2020. Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencatat 2,028 juta dolar AS.

Tokopedia menjadi salah satu eCommerce yang mendapatkan manfaat dari meningkatnya konektivittas digital dan seluler dengan melakukan adopsi inovatif untuk mendorong penjualan dan keterlibatan pelanggan dengan menyediakan layanan Toko Cabang.

2. SM Retail (Filipina)

Peringkat kedua diisi oleh perusahaan konglomerasi ritel terbesar di Filipina, SM Retail. Pada 2020, pangsa pasarnya mencapai 6.447 juta dolar AS, naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencatat 5,877 juta dolar AS.

Membuka Shoemart Store pertama pada 1958, SM Retail terus berkembang hingga kini sudah memiliki 66 gerai THE SM Store, 59 SM Supermarket, 53 SM Hypermarket, 1.550 speciality store, 1.012 mini market, dan 17 WalterMart.

3. Central Group (Thailand)

Perusahaan ritel utama di Thailand, Central Group, menempati peringkat ketiga dengan pangsa pasar 6.149 juta dolar AS. Sama seperti Tokopedia dan SM Retail, jumlah pangsa pasar Central Gruop meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencatat 6.129 juta dolar AS.

Konlomerasi ritel di Thailand ini berfokus pada ritel fashion dengan beragam department store. Lalu hardline seperti home d├ęcor & construction, dan makanan dengan supermarket serta convinience stores.

4. Salim Group (Indonesia)

Peringkat keempat diisi perusahaan Indonesia lainnya, Salim Group. Pada 2020, Salim Group berhasil mencatat pangsa pasar senilai 5.655 juta dolar AS, naik dari tahun sebelumnya yang hanya mencatat 5.177.

Membawahi anak perusahaan seperti Indomaret dan Indofood Sukses Makmur (INDF). Indomaret diketahui menjadi salah satu ritel waralaba terbesar milik Salim Group dengan jumlah 18.603 gerai (Maret 2021). Sedangkan produk-produk Indofood sudah hampir menguasai pangsa pasar nasional, bahkan mulai merambah ke pasar global.

5. Alfamart (Indonesia)

Dominasi ritel Indonesia kembali ditunjukkan dengan masuknya Alfamart di peringkat kelima. Total pangsa pasar Alfamart mencapai 5.636 juta dollar AS. sedangkan di tahun lalu mendapatkan 5.147 juta dollar AS.

Tingginya pangsa pasar Alfamart, rasanya tidak mengerankan mengingat ritel waralaba yang satu ini sudah hampir tersebar di seluruh penjuru Tanah Air, bahkan bisa ditemukan di luar negeri. Hingga kini, Alfamart tercatat sudah memiliki lebih dari 15.000 gerai.

6. Thegioididong (Vietnam)

Peringkat keenam diisi oleh satu-satunya perusahan ritel Vietnam yang masuk daftar 10 perusahaan ritel terbesar di Asia Tenggara, Thegioididong. Konglomerasi ritel ini berhasil mencatat pangsa pasar senilai 5.554 juta dollar AS. Angka tersebut mengalami kenaikan yang cukup pesat dari tahun sebelumnya, di mana pangsa pasar tahun lalu hanya 3. 891 juta dollar AS.

7. Sea LTD (Singapura)

Secara mengejutkan, perusahaan asal Singapura hanya bercocok di peringkat ketujuh. Seperti yang kita tahu, dalam beberapa list pemeringkatan sebelumnya, perusahaan-perusahaan asal Singapura selalu berada di top list 3 besar.

Sea LTD, perusahaan induk dari Shopee ini mampu mencatat pangsa pasar sebesar 4.366 juta dollar AS. Angka tersebut naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya membukukan 2.229 juta dollar AS.

8. Big C (Thailand)

Perusahaan asal Thailand lainnya, Big C, mengisi peringkat kedelapan dengan pangsa pasar sebesar 3.955 juta dolar AS. Sama seperti kebanyakan perusahaan lainnya, angka tersebut naik dari tahun sebelumnya yang hanya membukukan 3.622 juta dollar AS.

9. Robinson (Filipina)

Kali ini Robinson, perusahaan retail dengan supermarket hingga farmasi ini mencatat pangsa pasar sebesar 3.081 juta dollar AS. kenaikan yang dialami tidak terlalu signifikan. Sebelumnya capaian pangsa pasar mereka sebesar 2.766 juta dollar AS.

Bisnis supermarket Robinsons sendiri adalah yang terbesar dalam protofolio mereka. Bisnis tersebut terdiri dari Robinsons Supermarket, The Marketplace, Robinsons Easymart, dan Shopwise. Selain supermarket, mereka juga memiliki department store dan toko obat.

10. Puregold (Filipina)

Menempati peringkat sepuluh, Puregold menjadi perusahaan ritel ketiga Filipina yang masuk daftar 10 perusahaan ritel terebsar di Asia Tenggara 2020. Puregold mampu meraih pangsa pasar sebesar 3.046 juta dollar AS. Naik dari tahun sebelumnya yang hanya mencatat 2.646 juta dollar AS. (r)