Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Produk usaha kecil menengah (UKM) Kota Batam berpeluang besar untuk menembus pasar Singapura. Syaratnya, bekali produk UKM dengan informasi berbahasa Inggris.

“Pertama, labelling harus in English. Berisi nama company (perusahaan), expire of date (tanggal kedaluwarsa), dan ingredients (komposisi bahan). Standar. Tak hanya untuk masuk Singapura, tapi negara lain juga, supaya mudah dibaca apa isinya,” ungkap Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, Sugih Rahmansyah pada business matching UKM di kantor Wali Kota Batam, Senin, 21 November 2016.

Menurut Sugih, saat ini KBRI belum memiliki data pasti produk UKM yang masuk ke Singapura. Data yang ada di KBRI masih didominasi produk perusahaan-perusahaan besar.

“Peluang produk Indonesia, khususnya Batam masuk Singapura cukup besar. Permasalahan utama adalah segi logistik. Kita kalah bersaing dengan Malaysia yang bisa lewat darat. Kalau logistik ini bisa ditekan, kita bisa bersaing di pasar Singapura,” katanya.

Business matching mempertemukan antara pelaku UKM di Batam dengan importir berlisensi di Singapura. Kegiatan ini diikuti 60 UKM, terdiri dari 50 pelaku usaha kuliner dan 10 penghasil kerajinan tangan.

“Harapan kita, produk UKM Batam terpasarkan di negara ASEAN, tak hanya negara tetangga,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pasar, Koperasi, dan UKM Kota Batam, Pebrialin. (hms)