Ini Kronologi Tewasnya Haji Permata Versi BC

BatamEkbiz.com – Bea Cukai (BC) merilis aksi pengejaran terhadap kapal penyelundup oleh Satgas Patroli Laut Bea Cukai Wilayah Khusus Kepri dan Tembilahan. Aksi berawal pada Jumat (15/1/2021), saat Satgas berupaya menghentikan empat kapal high speed craft (HSC) bermesin 6×250 PK. Kapal tanpa nama dan kapal penumpang itu membawa rokok selundupan di perairan Pulau Buluh, Riau.

Upaya penghentian berdasarkan informasi intelijen terkait pergerakan empat HSC yang beriringan. Petugas lalu membuntuti dari perairan Pulau Medang Lingga, namun gagal melakukan pencegatan.

“Sekitar pukul 09.30 WIB, patroli kembali mengidentifikasi HSC yang membawa rokok ilegal di Sungai Bela, Indragiri Hilir dari arah Kuala Lajau. Petugas kemudian memerintahkan HSC tersebut untuk berhenti, namun tidak dipatuhi. Bahkan kapal berusaha menabrak kapal patroli petugas,” ungkap Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat.

Mendapati keempat HSC melawan, petugas memberikan peringatan melalui sirine dan perintah lisan melalui pengeras suara. Namun HSC tersebut tidak memperdulikan. Kapal BC 10009 terus melakukan pengejaran ke arah Sungai Belah, meski HSC tersebut melakukan manuver berbahaya.

“HSC tersebut berupaya menabrak kapal BC 10009. Kapal BC 10009 tetap melakukan pengejaran hingga akhirnya anak buah kapal, satu dari empat HSC tersebut kabur dengan melompat ke air,” kata Syarif.

Dari pemeriksaan, petugas mendapati sejumlah tumpukan karton berisi rokok ilegal yang tertutup terpal. Upaya para penyelundup melawan hukum dengan petugas Bea Cukai tidak berhenti di situ. Sekitar pukul 09.40 WIB dua kapal HSC lainnya yang sudah kabur justru kembali mendatangi petugas Bea Cukai.

“Jadi jelas ada niatan untuk merebut kembali HSC dan rokok selundupan yang sudah Bea Cukai kuasai,” tambah Syarif.

Kapal BC 10009, BC 15040, dan BC 15041 mencoba menghalau kedua HSC yang berupaya merebut HSC yang tengah menjalani pemeriksaan Bea Cukai. Namun kelompok ini mengerahkan belasan orang menggunakan kapal pancung untuk melindungi empat HSC tersebut.

Mereka melempari kapal BC 10009, BC 15040, BC 15041, dan HSC yang Bea Cukai kuasai dengan bom molotov, mercon, serta kembang api. Satgas Patroli Laut Bea Cukai melakukan beberapa kali tembakan peringatan. Namun massa semakin brutal menyerang petugas dengan senjata tajam. Mereka juga berupaya merangsek masuk ke HSC yang Bea Cukai kuasai dengan pengawalan empat orang petugas.

Dalam satu kesempatan, kelompok tersebut berhasil menyandarkan kapal pancung mereka ke HSC dalam penguasaan petugas BC. Mereka menyerang petugas dengan menggunakan senjata tajam dan menembakkan mercon ke arah petugas.

“Anggota kami sudah dalam posisi terdesak dan pelaku menyerang dengan senjata tajamnya ke petugas. Dalam keadaan terdesak dan keselamatan jiwanya terancam, maka petugas melakukan pembelaan diri. Dan terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku yang menyerang petugas,” kata Syarif.

Setelah itu, kelompok penyerang sempat menjauhkan kapalnya dari kapal HSC dalam penguasaan petugas BC. Namun, kelompok tersebut terus berupaya mengejar dan mencoba menyandarkan kapal pancungnya untuk merebut kembali. Upaya tersebut mereda setelah petugas memberikan tembakan peringatan lanjutan ke atas dan adanya bantuan dua kapal patroli BC lainnya.

“Setelah situasi kondusif, Satgas berupaya mencari dan menyelamatkan awak kapal HSC yang sebelumnya terjun ke air. Namun tidak mendapatkan hasil. Satgas kemudian membawa dua unit HSC tanpa awak berisi rokok ilegal yang jumlahnya lebih dari 7,2 juta batang ke Tanjung Balai Karimun. Potensi kerugian negara sebesar Rp7,6 miliar,” ujar Syarif.

Yang mengejutkan, petugas juga menemukan dua karung berisi batu dan kayu di kapal tersebut. Sepertinya sengaja untuk melakukan perlawanan atau penyerangan kepada petugas.

Bea Cukai bersama Aparat Penegak Hukum terkait akan mendalami dan mengembangkan kasus dari penyitaan hasil tangkapan tersebut. Termasuk asal muasal rokok ilegal, pelaku yang terlibat, dan pemilik atau penyedia HSC.

Catatan BC, modus penyelundupan rokok dan minuman keras menggunakan HSC ini telah berulangkali terjadi oleh kelompok tersebut. Di wilayah Kepri saja, total tangkapan rokok dan minuman keras tahun 2019 sebanyak 31 tangkapan.

Sedangkan pada 2020 sebanyak 20 tangkapan, terdiri dari 8 HSC dan 12 Kapal non-HSC. Dari penangkapan itu, patroli bea cukai berhasil menyelamatkan kerugian negara lebih dari Rp214,35 miliar.

“Sebagian dari tangkapan-tangkapan itu merupakan tangkapan dari penyelundup yang kerap menyerang petugas tersebut,” katanya. (re)