Ini Syarat Pekerja Bisa Dapat Insentif Rp600 Ribu/Bulan

  • Whatsapp
Aktivitas pekerja di salah satu perusahaan di kawasan industri Kota Batam, Provinsi Kepri.

Jakarta, BatamEkbiz.com – Pemerintah akan memberikan insentif Rp600 ribu per bulan selama empat bulan bagi pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta. Bantuan ini diberikan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi pekerja selama masa pandemi virus corona (Covid-19).

Pekerja yang mendapat insentif harus memenuhi seluruh persyaratan. Di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kemudian terdaftar dan masih aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan serta membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp5 juta sesuai upah yang di laporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

Bacaan Lainnya

“Persyaratan lainnya ialah pekerja/buruh penerima upah; pekerja/buruh yang bekerja pada pemberi kerja selain pada induk perusahaan BUMN, lembaga negara, instansi pemerintah, kecuali non ASN; memiliki rekening bank yang aktif; tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program kartu prakerja; dan peserta yang membayar iuran sampai dengan bulan Juni 2020,” jelas Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah dalam Konferensi Pers Pengumuman Program Bantuan Subsidi Upah di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/8/2020).

Subsidi upah itu diberikan kepada pekerja sebesar Rp600 ribu/bulan selama empat bulan, sehingga totalnya Rp2,4 juta. Untuk pencariannya akan dilakukan dua bulan sekali, yaitu Rp1,2 juta.

“Nantinya penyaluran subsidi upah dilakukan dengan memindahbukukan dari bank penyalur subsidi ke rekening penerima bantuan pemerintah melalui bank-bank BUMN yang ada di Himbara (BRI, Mandiri, BTN, BNI),” ungkap Ida.

Menteri Ida menjelaskan, total sebanyak 15,7 juta pekerja bakal menerima subsidi upah tersebut. Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar mencapai Rp37,7 triliun untuk pemberian subsidi terhadap 15.725.232 pekerja. Jumlah penerima subsidi bertambah dari sebelumnya hanya 13.870.496 pekerja dengan anggaran Rp33,1 triliun.

“Berdasarkan hasil koordinasi kementerian dan lembaga diputuskan untuk memperbanyak yang mendapat manfaat menjadi 15.725.232 orang dari yang semula hanya 13.870.496 orang, dengan demikian anggaran bantuan pemerintah untuk subsidi upah mengalami kenaikan menjadi Rp37,7 triliun dari Rp33,1 triliun,” katanya. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *