Izin Olah Gerak Kapal Terhambat Oknum Syahbandar Makobar

  • Whatsapp

Batuampar, BatamEkbiz.Com — Pelabuhan Rakyat (Pelra) Batam mengeluhkan hambatan dalam pelayanan persetujuan olah gerak kapal. Hambatan itu salah satunya dialami KM Rahmat Baru saat akan menjemput muatan barang dari Pelabuhan Makobar, Batuampar ke Pelabuhan Punggur, Nongsa.

“Kepala Pos Makobar Josua tidak memberikan persetujuan olah gerak kapal dengan alasan dokumen kelayakan kapal tidak cukup,” keluh Pengurus Pelra Batam Ilyas Bone didampingi Sekretaris Pelra Batam Harifudin, Senin, 29 Agustus 2016.

Bacaan Lainnya

Menurut Ilyas, dalam persetujuan olah gerak, kapal tak mesti membawa dokumen lengkap. Karena kelengkapan dokumen kapal tersebut bisa diurus ketika kapal mau clearance-in atau saat kapal mau masuk pelabuhan, bukan ketika menjemput muatan.

“Persetujuan olah gerak kapal itu tak diperoleh, baru keesokan harinya diberikan oleh Kepala Pos Makobar. Akibatnya, kapalgagal muat dan muatan berpindah ke kapal lain. Pemilik dan agen kapal dirugikan,” katanya.

Ilyas menjelaskan, masih seringnya hambatan pelayanan di pelabuhan merupakan persoalan utama yang dialami pemilik dan agen kapal. Hambatan itu bisa berdampak pada gagalnya realisasi cita-cita kemaritiman nasional.

Untuk itu, jajaran perhubungan laut harus meningkatkan pelayanan terhadap armada Pelra yang beroperasi di wilayah Batam maupun Kepri. Sebab perekonomian di daerah perbatasan sangat ditentukan oleh kelancaran transportasi laut, terutama dalam memobilisasi perekonomian dan bahan pokok ke pulau-pulau kecil.

“Buruknya pelayanan oknum syahbandar terhadap armada Pelra di Batam cukup menghambat cita-cita kemaritiman nasional,” katanya.

Pemra Batam sendiri, jelas Ilyas, sudah melaporkan hambatan itu dalam pertemuan dengan Kabid Syahbandar Batam. Dari pertemuan itu, pihak syahbandar berjanji untuk membenahi pelayanan dan memanggil oknum-oknum yang menghambat pelayanan.

Sementara itu Kepala Pos Makobar Batam Josua sempat menerima telepon saat dihubungi. Namun belum sempat pertanyaan dijawab, komunikasi terputus. Ketika dihubungi lagi, telepon tak diangkat. Pesan singkat (SMS) yang dikirimkan ke handphone-nya juga tidak dibalas. (R04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *