Jemaat Gereja Jadi Klaster Baru Corona di Batam, Bayi Kembar Ikut Tertular

  • Whatsapp
Penyisiran penanganan virus corona ke masyarakat di Kecamatan Nongsa, Kota Batam pada Sabtu, 30 Mei 2020.

Batam, BatamEkbiz.com – Bayi kembar perempuan berinisial CfGC dan CbGC di kawasan Senjulung, Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam dinyatakan positif virus corona (Covid-19). Kedua bayi berusia 1 tahun itu tertular dari kedua orang tuanya, EC (42) dan MaE (43).

Berdasarkan penyelidikan epidemologi pasien oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19 Kota Batam, bayi kembar dan kedua orangtuanya ini terhubung dalam klaster baru Gereja HOG Eden Park, Batam Centre. Kedua bayi ditetapkan sebagai pasien nomor 123 dan 124. Sedangkan kedua orangtuanya tercatat sebagai pasien nomor 125 dan 126 Kota Batam.

Bacaan Lainnya

Klaster baru ini melibatkan seorang pendeta dan 9 orang jemaatnya terkonfirmasi positif Covid-19. Virus menjalar saat mereka saling bertemu guna membahas persiapan ibadah online.

Pasien pertama klaster ini adalah pasien bernomor 111, EW, seorang lelaki berusia 30 tahun. Jemaat gereja ini diketahui pernah kontak dengan pasien nomor 49 yang saat ini sedang dalam masa pemulihan serta pendetanya, pasien nomor 82 Batam. Dari pemeriksaan swab tenggorokan, EW terkonfirmasi positif dan saat ini dalam proses isolasi di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 Galang.

“Mereka bertemu dalam rangka persiapan ibadah online,” kata Ketua Gugus Tugas Covid-19 Batam, Rudi.

Pasien nomor 112 dan 113 juga berkontak dengan pasien positif lainnya dalam pertemuan persiapan ibadah online tersebut. Pasien nomor 112 adalah laki-laki berinisial DP (37), warga di kawasan Perumahan Citra Laguna, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung. Sedangkan kasus nomor 113 adalah laki-laki berinisial ASM (47), warga perumahan Bunga Raya Batam Centre, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota.

Selain itu ada pula anak perempuan pasien dan istri staf gereja. Seluruh jemaat yang terkonfirmasi positif berjumlah 9 orang dan seorang pendeta.

“Dari jumlah orang yang terpapar dari kasus klaster HOG ini, terdapat 5 orang perempuan dan 5 orang laki-laki,” kata Rudi. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *