Jodoh Paslon di Tangan Parpol

  • Whatsapp

Oleh: Arif Agus Setiawan

Pengurus PKMD KAHMI Kota Batam

Bacaan Lainnya

 

Calon boleh berencana, tetapi dukungan atau rekomendasi partai politik (parpol) juga yang akhirnya menentukan. Demikian juga terjadi di pilkada serentak di Provinsi Kepri 2020, dengan tiga pasangan calon (paslon)-nya, Soerya Respationo-Iman Sutiawan, Ansar Ahmad-Marlin Agustina, dan Isdianto-Suryani. Gonta-ganti pasangan antar pasangan calon (paslon) mewarnai mengerucutnya ketiga pasangan tersebut.

Soerya Respationo yang awalnya menggandeng Isdianto sebagai pasangannya, ambyar setelah Isdianto memilih untuk maju sebagai calon gubernur dari partai lain. Soeryo kemudian memilih Syahrul sebagai pengganti Isdianto. Tetapi Tuhan berkehendak lain, Syahrul yang waktu itu menjabat sebagai Walikota Tanjung P├Činang sekaligus Ketua DPD Partai Gerinda Provinsi Kepri meninggal dunia.

Parpol koalisi lalu menyodorkan nama Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Iman Sutiawan yang juga dari Partai Gerindra. Tidak berselang lama keluar rekomendasi DPP Partai Gerindra yang memutuskan Iman Sutiawan sebagai pendamping Soerya. Selain Gerindra, PDIP dan PKB juga mengusung pasangan Soerya-Iman di Pilgub Kepri.

Selanjutnya Ansar Ahmad yang awalnya enggan maju dan ingin fokus sebagai anggota DPR RI, akhirnya bersedia diusung oleh Partai Golkar. Ansar sempat dipasangkan dengan Ria Saptarika, anggota DPD RI peraih suara terbanyak dari Kepri.

Di ujung penentuan paslon, DPP Partai Golkar mengeluarkan rekomendasi untuk Ansar-Marlin di Pilgub Kepri. Selain Golkar, Ansar-Marlin juga diusung oleh Partai Nasdem.

Begitu juga Isdianto sebelum akhirnya berpasangan dengan Suryani, sempat digadang-gadang untuk berpasangan dengan Marlin Agustina. Spanduk dan dukungan di media sosial marak, seiring hengkangnya Isdianto sebagai pendamping Soerya.

Menjelang penentuan di tingkat kepengurusan parpol di pusat, Marlin justru lebih memilih untuk mendampingi Ansar. Hanura dan PKS akhirnya menjodohkan Isdianto dengan Suryani yang saat ini masih aktif sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri.

Satu lagi pasangan yang gagal mendapatkan kendaraan parpol adalah Ismeth Abdullah. Mantan Gubernur Provinsi Kepri ini awalnya berpasangan dengan Irwan Nasir, Bupati Meranti sekaligus Ketua PAN Provinsi Riau. Gagal menempuh jalur independen, pasangan ini kemudian mencoba jalur parpol. Sempat terjadi pergantian pasangan ke Ismeth-Suryani, namun minim dukungan parpol. Paslon Ismeth-Irwan atau Ismeth-Suryani gagal mendapat tiket untuk maju di Pilgub Kepri.

Gonta-ganti paslon di Pilkada Kepri menunjukkan kuatnya peran parpol dalam menentukan paslon yang bakal diusung. Apalagi dengan tidak adanya paslon yang muncul dari jalur independen, peran parpol makin kuat. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, hanya parpol atau gabungan parpol yang dapat mendaftarkan paslon.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *