Jual Obat Keras Hingga Penggugur Kandungan, Ribuan Toko Online Ditutup

  • Whatsapp

Jakarta, BatamEkbiz.com – Ribuan akun toko online ditindak karena menjual produk tidak layak ke masyarakat. Jumlah toko online ini meningkat signifikan selama ramadan.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Reni Indiani mengatakan, patroli siber menemukan lonjakan jumlah toko online yang menjual produk pangan dan farmasi yang cenderung rentan terhadap kesehatan masyarakat. Toko online tersebut direkomendasikan untuk ditutup.

Bacaan Lainnya

“Ada peningkatan signifikan situs yang tidak memenuhi ketentuan, seperti menjual produk pangan tanpa izin edar atau kadaluarsa. Dalam kurun Januari sampai April 2020 jumlahnya 700 toko online ditutup. Kemudian selama ramadan jumlahnya naik hampir dua kali lipat, 1.373 akun,” ungkapnya.

Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zad Adiktif BPOM Rita Endang menambahkan, penutupan toko online ini dimulai dari patroli siber yang kemudian dilaporkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk ditutup. Dari aspek produk farmasi, toko online yang ditutup itu banyak menjual obat keras yang tidak boleh dijual bebas tanpa resep dokter, seperti klorokuin, hindroklorokuin, dan obat penggugur kandungan.

Klorokuin dan hidroklorokuin adalah obat keras yang popularitasnya melonjak seiring info khasiat untuk menyembuhkan Covid-19. Sementara obat keras jika dikonsumsi tanpa resep dokter dapat membahayakan kesehatan.

“Yang boleh dijual adalah obat tidak keras. Kalau untuk penjualan obat keras harus pakai resep dokter, karena memiliki risiko tinggi,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *