Bintan, BatamEkbiz.Com – Peresmian Lagoy Bay diyakini bakal meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepri. Menurut Wakil Presiden Direktur PT Bintan Resort Cakrawala Frans Gunara, sekira 65 persen PAD Bintan berasal dari kawasan wisata Lagoi.

Sedangkan untuk jumlah tenaga kerja, saat ini ada sekitar 18 ribu tenaga kerja di kawasan itu. Jumlah tenaga kerja baru akan meningkat lebih dari dua kali lipat dengan hadirnya mega proyek kawasan wisata terpadu Lagoi Bay yang baru diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Minggu (31/5/2015).

“Semua proyek yang kami lakukan saat ini baik di kawasan wisata maupun kawasan industri akan meningkatkan lapangan kerja lebih dari 25 ribu tenaga kerja baru,” ujar Frans.

Dia menjelaskan pengembangan kawasan wisata Lagoi diawali tahun 1990 yang dikembangkan berkerja sama dengan investor dari Singapura. Dari 18.000 hektare, pihaknya mengembangkan mega proyek kawasan wisata terpadu Lagoi Bay seluas 1.300 hektare.

Kawasan ini dikembangkan untuk dunia pariwisata dan ditunjang dengan faslitas seperti infrastruktur bangunan, jalan, listrik dan waduk. Di dalam Lagoi Bay sendiri terbangun hotel berbintang, hunian residential, lapangan golf, pusat rekreasi, perkantoran, convention hall, pusat perbelanjaan dan pameran.

Dalam peresmian ini dua hotel di Lagoi Bay sekaligus beroperasi yakni Swiss Bell dan Sanchaya. Pada tahun ini juga akan masuk salah satu hotel butik, menambah deretan hotel yang lebih dulu masuk di antaranya Ibis Style, Ambara, Sheraton dan Novotel. BRC juga merangkul PT Pasaraya Toserjaya sebagai salah satu tenan di Plaza Lagoi Bay.

Frans menambahkan pihaknya tengah merampungkan crytal lagoon terbesar di Asia Tenggara. Pembangunan di bidang kepariwisataan khususnya di Lagoi Bay ini merupakan terobosan baru, yang menarik wisatawan asing. Bukan tidak mungkin target 20 ribu wisatawan dapat dicapai pada 2019 mendatang.

“Total investasi pengembangan selama ini lebih dari USD1,5 miliar. Dengan begini diharapkan Bintan menjadi ujung tombak Indonesia sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Peresmian kawasan Lagoi Bay ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Kepariwisataan Arief Yahya. Peresmian ini juga disejalankan dengan penandatanganan MoU dengan beberapa investor dan peresmian Hotel Switbell dan Hotel Sanchaya.

Jusuf Kalla mengatakan Kepri memiliki keindahan alam yang luar biasa sehingga karunia keindahan tersebut perlu dijaga dan dikembangkan untuk kepentingan bangsa.

“Terdapat tiga hal yang harus dimiliki suatu daerah untuk dapat mengembangkan pariwisatanya yakni keindahan alam, sarana dan prasarana dan hospitality,” ujar Jusuf Kalla. (R05)