Kadarisman Ketua KNPI Batam versi musda lanjutan

  • Whatsapp

Batuampar, BatamEkbiz.Com — Musyawarah Daerah (Musda) ke-9 lanjutan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Batam akhirnya memilih Kadarisman sebagai formateur atau Ketua. Kadarisman terpilih secara aklamasi dalam musda yang digelar di Hotel Pasifik Batam, Sabtu (4/10/2014).

“KNPI merupakan laboratorium untuk mencetak kader-keder pemuda berkualitas,” ujar Pengurus KNPI Kepri, Dida Priautama dalam sambutannya.

Bacaan Lainnya

Musda bertemakan “Transformasi kader menuju kepemimpinan berkarakter” ini merupakan sikap yang diambil sejumlah pengurus KNPI Batam dan pimpinan organisasi kepemudaan pasca vakumnya organisasi di bawah kepemimpinan Adi Maja. Sejak terpilih pada Juni 2013, nyaris tidak ada program yang bisa dilakukan oleh Adi Maja akibat tidak mengantongi SK dan belum dilantik.

“Kami menganggap musda KNPI Batam sebelumnya belum berhasil memilih ketua, sehingga harus dilakukan musda lanjutan yang hanya mengagendakan pemilihan ketua,” ungkap Sekretaris Panitia Musda ke-9 lanjutan KNPI Batam, Oki.

Selama musda ke-9 lanjutan, tidak terlihat jajaran kepengurusan inti di bawah kepemimpinan Adi Maja. Menyikapi penyelenggaraan musda lanjutan, sebelumnya Adi Maja menegaskan bahwa kegiatan itu tidak sah. Sebab program yang akan dilaksanakan oleh pengurus KNPI Batam versi musda Juni 2013 adalah menggelar musyawarah provinsi (Musprov) pada akhir Oktober mendatang.

Pelaksanaan musda lanjutan tidak lebih sebagai bentuk memecah belah kekuatan pemuda di Kota Batam. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan terjadi dualisme kepemimpinan di organisasi yang menjadi wadah berhimpun organisasi kepemudaan di Batam ini.

Menurut seorang peserta Musda, Yudi, dalam musda awalnya terdapat empat calon yang diusung maju sebagai Ketua KNPI Batam. Mereka adalah Kadarisman, Rional Putra, Aisah, dan Edi Supardi.

Namun dalam perjalanan musda, ketiga calon, yakni Rional Putra, Aisah, dan Edi Supardi mundur dari pencalonan. Otomatis tinggal Kadarisman yang maju sebagai calon tunggal dan mau tidak mau terpilih secara aklamasi.

“Calon akhirnya tunggal, tinggal Kadarisman dan akhirnya ditetapkan sebagai formateur atau Ketua. Sementara mide formateur yang akan membantu formateur menyusun kepengurusan, terpilih sembilan orang,” ujarnya. (R04)