KAHMI Batam Minta Gratiskan Tes GeNose di Pelabuhan
Koordinator Presidium PKMD KAHMI Batam, Akhirman

BatamEkbiz.com – Pimpinan Kolektif Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (PKMD KAHMI) Kota Batam meminta daerah menggratiskan biaya pemeriksaan Covid-19 menggunakan GeNose. Biaya pengecekan kesehatan ini dinilai sangat membebani masyarakat, terutama pengguna moda transportasi laut di pelabuhan.

“PKMD KAHMI Batam meminta pemerintah menghentikan pembayaran pemeriksaan dengan GeNose kepada masyarakat, karena ini sangat memberatkan,” kata Koordinator Presidium PKMD KAHMI Batam, Akhirman, Sabtu (5/6/2021).

Pelayanan pemeriksaan Covid-19 dengan GeNose diterapkan di sejumlah pelabuhan domestik di Batam. Di antaranya di Pelabuhan Punggur mulai 7 Mei, Sekupang mulai 12 Mei, dan Harbour Bay mulai 18 Mei.

Melalui layanan tersebut, pengelola pelabuhan mewajibkan setiap calon penumpang transportasi laut untuk menjalani pemeriksaan dengan GeNose menjelang berangkat. Biayanya Rp40 ribu dengan masa berlaku 1×24 jam.

Menurut Akhirman, jika seseorang berangkat dari Batam ke Tanjungpinang dan setelah dua atau tiga hari kemudian kembali lagi ke Batam, maka biaya yang dikeluarkan mencapai Rp215 ribu. Biaya itu untuk pass pelabuhan Rp10 ribu, tiket ferry Rp57.500, dan GeNose Rp40 ribu, pulang pergi.

“Belum biaya transportasi darat dan biaya-biaya lainnya. Bagaimana jika yang berangkat dengan anggota keluarga atau dalam sepekan tiga kali bolak-balik ke Batam-Tanjungpinang. Tentunya ini sangat memberatkan dan menambah beban ekonomi masyarakat,” katanya.

PKMD KAHMI Batam mendorong anggota DPRD Kota dan Provinsi Kepri duduk bersama membahas permasalahan ini. Kenapa GeNose dipaksakan diberlakukan di pelabuhan penyeberangan antar daerah di Provinsi Kepri dan harus dibayar oleh masyarakat.

“Menghindari penularan atau tertularnya orang yang bepergian dari Covid-19, semestinya bukan dengan pemeriksaan apakah seseorang yang bepergian dinyatakan positif atau negatif. Tapi suplemen apa yang harus diberikan atau dianjurkan kepada mereka yang akan bepergian agar imunnya kuat, sehingga tidak menularkan dan tidak tertular,” kata Akhirman.

Baca juga: KAHMI Batam Mengutuk Keras Pengeroyokan Terhadap Helmy Hemilton

Akhirman membandingkan dengan aktivitas di pasar, tempat berkumpulnya pedagang dan pembeli, namun tak ada kewajiban untuk menjalani pemeriksaan Covid-19 di tempat. Sementara orang yang bepergian ke luar daerah dalam wilayah provinsi adalah mereka yang bekerja atau ada urusan keluarga yang sangat penting.

“Sebaiknya kebijakan GeNose tersebut ditinjau ulang atau dihentikan saja,” kata Akhirman. (r)