Kamar Mewah Hotel di Pantai Trikora dan Lagoi Diskon Hingga 75 Persen
Travel bubble Kepri akan dimulai pada 14 Oktober nanti di kawasan wisata Lagoi, Kabupaten Bintan.

BatamEkbiz.com – Hotel di kawasan Pantai Trikora dan Lagoi, Kabupaten Bintan menawarkan diskon besar-besaran pada November hingga akhir tahun ini. Kisaran diskon antara 25 sampai 75 persen untuk menginap di kamar mewah hotel tersebut.

Harga standar kamar-kamar mewah di kawasan wisata Lagoi, biasanya mencapai sekitar Rp10 jutaan. Dengan adanya diskon tersebut, harga kamar tinggal Rp1,5 juta sampai Rp2 juta.

Sedangkan tarif kamar hotel di kawasan yang menjual keindahan Pantai Lagoi biasa harganya antara Rp3 juta sampai Rp5 juga. Dengan tawaran diskon menggiurkan tersebut, kini Anda bisa menginap di kawasan tersebut dengan harga ratusan ribu rupiah.

Selain memiliki pantai dan pulau-pulau yang indah, Lagoi juga menyediakan fasilitas untuk para wisatawan. Di antaranya wahana permainan anak-anak dan kolam renang. Biaya untuk masuk ke kolam renang Nirwana Hotel, misalnya, didiskon tinggal Rp50 ribu per orang.

“Banyak yang belum tahu dengan adanya diskon besar-besaran di kawasan wisata Lagoi tersebut. Kalau tahu, saya yakin banyak yang tergoda,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar di Tanjungpinang, Jumat 5 November 2021.

Di Pantai Trikora, Bintan, juga terdapat banyak hotel. Tarif kamar hotel yang biasanya di atas Rp1 juta, sekarang dapat dinikmati dengan harga sekitar Rp500.000.

Di Pantai Trikora tidak kalah nyaman dibanding Lagoi dan kawasan wisata lainnya.

“Untuk nikmati bulan madu, melepas lelah bersama keluarga dan untuk mencari suasana nyaman saat lelah bekerja, memang cocok tinggal sementara waktu di hotel-hotel di Lagoi dan Pantai Trikora,” ucapnya.

Buralimar mengatakan wisatawan tidak perlu khawatir dengan kondisi hotel tersebut, karena seluruh hotel wajib bersih, dan menerapkan protokol kesehatan. Sebelum tamu masuk ke kamar hotel, dan setelah tamu ‘check out’, kamar hotel disemprot disinfektan.

“Seluruh karyawan hotel dan tamu wajib menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19,” ujarnya.

Sejak pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan di hotel-hotel di Bintan menurun. Pihak perhotelan sekarang hanya berharap wisatawan nusantara berkunjung ke tempat mereka.

“Wisman, terutama dari Singapura yang paling banyak berkunjung ke Bintan, sampai sekarang belum bisa melepas rindu ke daerah itu,” tuturnya.

Ia menyerukan seluruh pengelola perhotelan untuk meningkatkan promosi melalui berbagai cara. Seperti di media sosial, berita di media massa, dan kegiatan lainnya yang berpotensi menarik perhatian wisatawan.

“Kami juga tetap konsisten membantu menyosialisasikan dan mempromosikan hotel-hotel di Bintan,” katanya.