Jodoh, BatamEkbiz.Com — Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Arif Fadillah mengatakan, pembentukan Kampung Keluarga Berencana (KB) perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dukungan dan komitmen semua pihak ini diharapkan dapat menjadi modal utama proses pembentukan, operasional, dan keberhasilan program Kampung KB.

“Berbagai pihak harus mendukung Kampung KB, salah satu program pemerintah pusat dalam menyejahterakan masyarakat yang masih tertinggal,” katanya dalam rapat koordinasi lintas instansi yang diselenggarakan BKKBN Kepri di Hotel Allium Batam, Selasa, 14 Maret 2017.

Program Kampung KB dinilai akan memberikan dampak positif bagi Kepri, terutama pada wilayah-wilayah yang selama ini kesulitan akses. Kampung KB menjadi inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh di lapangan.

Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Pusat, Humphery Apon mengatakan, syarat sebuah Kampung KB adalah dimana banyak anak putus sekolah, banyak ibu meninggal saat melahirkan, dan masyarakat termarginalkan.

“Pada tempat-tempat seperti itulah seharusnya Kampung KB didirikan. Selanjutnya berbagai pihak melakukan intervensi dengan berbagai program, sehingga kehidupan mereka membaik,” ujarnya.

Agar Kampung KB bisa sukses, kata dia, intervensi harus dilakukan secara terpadu dari berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta.

“Nanti setiap periode akan dilakukan evaluasi untuk mengetahui perkembangannya. Jangan sampai program ini tidak berjalan dan hanya dilakukan secara simbolis saja,” kata Humphery.

Plh Kepala BKKBN Provinsi Kepri, Saifuddin mengatakan, pada 2017 ditargetkan sebanyak 70 Kampung KB \didirikan pada tujuh kabupaten dan kota di Kepri.

“Masing-masing kecamatan sedikitnya akan ada satu Kampung KB,” katanya.

Ia mengatakan, untuk mewujudkan target tersebut BKKBN membutuhkan dukungan berbagai pihak seperti Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Kota/Kab di Kepri, TNI, BNN, dan Kementerian Agama agar bisa terwujud dengan baik.

“Dengan koordinasi yang dilakukan ini diharapkan akan mempercepat target tersebut terwujud. Karena kampung KB memang didirikan untuk mencapai program kependudukan dan keluarga berencana serta pemberdayaan masyarakat (KKB-PK),” katanya. (R01)