Batamkota, BatamEkbiz.Com — Sudah tiga bulan berlalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam tak kunjung menuntaskan dugaan penyimpangan seleksi honorer kategori II (K2) sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) Batam 2013. Padahal lolosnya sejumlah berkas, seperti tanggal mulai tugas (TMT) atau surat keputusan (SK) pengangkatan manipulasi dan dibuat dengan tanggal mundur tersebut, disinyalir sarat penyimpangan dan suap.

Laporan penyimpangan dalam seleksi CPNS honorer K2 Pemko Batam 2013 dimasukkan Ketua LSM Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) Batam, Uba Ingan Sigalingging ke Kejari, 26 Juni lalu. Laporan tersebut juga disertai dengan bukti-bukti pendukung, untuk mempermudah Kejari menyingkap kasus yang tengah menjadi perhatian masyarakat luas.

“Besok (hari ini) kami akan mendatangi Kejaksaan kembali untuk menanyakan progres penanganan kasus honorer K2,” ujar Ketua Fraksi Hati Nurani Bangsa DPRD Batam tersebut di Batam Centre, Selasa (30/9/2014).

Tidak hanya Uba, Anggota DPRD Batam Udin P. Sihaloho juga menyayangkan lambannya penanganan kasus honorer K2 Kota Batam. Menurut Udin, sejumlah kejanggalan dalam seleksi CPNS 2013 di lingkungan Disdik Batam terkuak setelah guru honorer K2 yang tidak lulus mempermasalahkan lulusnya sejumlah guru honorer K2 dengan berkas yang diduga bodong.

Diantara indikasinya, SK pengangkatan oleh Kepala Sekolah dibuat dengan tanggal mundur agar memenuhi syarat memiliki masa kerja minimal satu tahun pada 31 Desember 2005. Bahkan ada SK pengangkatan yang diterbitkan pada hari libur ataupun dibuat oleh Kepala Sekolah di luar tempat guru mengajar.

“Kami mendesak Kejaksaan untuk serius menangani dan menuntaskan kasus tersebut, karena menyangkut citra dunia pendidikan di Kota Batam dan nasib para guru yang telah mengabdi puluhan tahun,” ujarnya.

Sebelumnya seorang guru honorer K2 yang tidak lulus, En mengungkapkan bahwa banyak guru honorer K2 yang lulus CPNS belum memenuhi masa kerja minimal satu tahun pada 31 Desember 2005. Seperti seorang guru honorer berinisial Ns yang mengajar di salah satu SMA Negeri yang baru dibangun di Batam, diperkirakan baru mulai mengajar pada 2007. Namun Ns justru memiliki SK pengangkatan yang terbit pada 5 Januari 1995.

Begitu juga guru honorer berinisial Han yang kini mengajar di salah satu SMP Negeri di Sei Beduk, diperkirakan baru mulai mengajar di sebuah MTs di Batam pada 2008. Dari Batam, Han juga pernah menjadi guru tidak tetap di sebuah SMP di Kabupaten Lingga dan kemudian masuk dan mengajar lagi ke Batam. Namun Han justru mengantongi SK pengangkatan yang diterbitkan pada 1 Juli 2003.

“Jadi seperti NS itu, sebelum 2007 tidak jelas status mengajarnya. Bahkan ada juga honorer K2 yang datanya nyelip (masuk) ke data 2012, bukan 2010, tapi lulus seleksi CPNS,” ungkapnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Batam Syahir mengaku bahwa pihaknya masih melakukan verifikasi dan validasi (verval) terhadap berkas-berkas honorer K2 yang lulus. Sehingga sampai saat ini, pihaknya belum bisa mengirimkan nama-nama honorer K2 yang lulus ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Masih proses verval, berkas belum dikirim ke pusat,” ujarnya beberapa waktu lalu. (R02)