Kekerasan Anak di Kepri Meningkat Selama Pandemi

  • Whatsapp

Tanjungpinang, BatamEkbiz.com – Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri mencatat meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, baik verbal maupun fisik selama pandemi virus corona (Covid-19). Jumlah kasus kekerasan anak selama Januari hingga Juli 2020 mencapai 76 kasus yang melibatkan 250 anak.

Ketua KPPAD Provinsi Kepri, Erry Syahrial mengatakan, beberapa kasus yang menonjol di antaranya kekerasan pada anak sebanyak 12 kasus, pencabulan 9 kasus, dan bullying 3 kasus. Kemudian hak asuh 25 kasus, hak pendidikan 8 kasus, penelantaran 5 kasus, eksploitasi 4 kasus, dan lainnya.

“Kasus kekerasan terhadap anak makin terlihat meningkat di masa New Normal, baik itu kasus pencabulan, penelantaran dan eksploitasi pada anak dan kasus hak asuh anak mulai terjadi” ujarnya sebagaimana dilansir Kominfo Kepri di Tanjungpinang, Kamis (23/7/2020).

Menurut Ery, sebagian dari mereka menjadi korban permasalahan hak asuh orang tua. Permasalahan ini menyangkut dengan perceraian yang banyak terjadi, sehingga hak asuh anak jadi rebutan masing-masing orang tua.

Erry berharap hal ini menjadi perhatian berbagai pihak, terutama orang tua. Ia mengimbau agar orang tua tetap mengawasi anak-anak mereka selama berada di luar rumah.

“Jangan sampai kondisi new Normal saat ini dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan hal-hal yang membahayakan anak-anak,” tegas Ery.

Sementara data KPAI Pusat, jumlah kasus kekerasan verbal terhadap anak mencapai 62 persen dan kekerasan fisik 11 persen. Menurut Komisioner KPAI Retno Listyarti, kekerasan anak juga terjadi di lingkungan keluarga selama pandemi. Banyak anak yang menyampaikan kegalauannya tersebut di media sosial.

“Bahkan anak berpotensi kuat bergabung dengan grup medsos yang tidak terkontrol. Hal itu bisa mengakibatkan anak menjadi korban eksploitasi dalam grup di media sosial tersebut,” terangnya. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *