Kenaikan Tarif Pelabuhan SBP Ditunda

Tanjungpinang, BatamEkbiz.Com — Setelah menuai penolakan dari berbagai pihak, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Tanjungpinang akhirnya menunda kenaikan tarif masuk Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang. Kenaikan tarif masuk pelabuhan SBP itu rencananya mulai diberlakukan pada Rabu, 15 Februari 2017, hari ini.

“Tarif baru pelabuhan SBP semula akan berlaku mulai hari ini, tapi ditunda karena adanya desakan masyarakat dan masukan pemerintah,” ujar Manajer Operasional PT Pelindo Tanjungpinang, Khairuddin.

Rencananya, Pelindo akan menaikkan tarif masuk pelabuhan domestik dari Rp5.000 menjadi Rp6.000 per orang. Kemudian tarif masuk pelabuhan internasional dinaikkan dari Rp13 ribu menjadi Rp60 ribu per orang.

Dalam pemungutan tarif masuk pelabuhan, Pelindo bekerja sama dengan BUMD Tanjungpinang. Dari pungutan tersebut, BUMD Tanjungpinang akan mendapat bagi hasil untuk tarif masuk pelabuhan domestik sebesar Rp1.000 per orang dan pelabuhan internasional Rp18 ribu per orang.

Rencana kenaikan tarif masuk pelabuhan SBP tersebut sempat mendapat sorotan dari DPRD Kota Tanjungpinang yang kemudian merekomendasikan penundaan. Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga menilai pemberlakuan kenaikan tarif masuk pelabuhan SBP mulai 15 Februari tersebut terburu-buru.

“Kami minta kenaikan tarif masuk pelabuhan ditunda hingga adanya perbaikan fasilitas pelabuhan,” kata Politisi Partai Golkar tersebut.

Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini juga menilai kenaikan tarif masuk pelabuhan internasional hingga hampir lima kali lipat tersebut sangat memberatkan. Terutama bagi warga negara Indonesia (WNI) yang akan berobat ke luar negeri.

“Harusnya tarif masuk pelabuhan internasional dibedakan, antara WNI dengan warga asing. Sebab banyak masyarakat Tanjungpinang yang keluar negeri untuk berobat,” jelasnya. (R03)