Kepri Harus Mampu Jadi Poros Maritim Indonesia

BatamEkbiz.com – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bisa menjadi poros maritim di Indonesia. Hal ini melihat kondisi geografis dan posisi strategis Kepri yang berbatasan degnan negara tetangga Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Posisi strategis ini menyimpan potensi yang bersifat ekonomis, komparatif, dan juga kompetitif.

Anggota DPRD Kepri Taba Iskandar mengatakan, potensi kemaritiman yang luar biasa di Kepri belum tergali dengan optimal. Ia mengatakan itu dalam Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Ibis Batam, Rabu 17 November 2021.

“Kepri menghadapi banyak kendala untuk bisa menggali potensi tersebut secara optimal. Namun tentunya kendala tersebut tidak boleh jadi faktor penghambat untuk bisa memanfaatkan potensi kemaritiman Kepri yang melimpah,” katanya.

Menurut Taba, pemanfaatan itu sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri. Untuk itu perlu kerjasama saling sinergis antara pemerintah, pelaku usaha, pekerja, akademisi dan masyarakat luas. Sehingga potensi kemaritiman tersebut bisa termanfaatkan secara optimal.

“Posisi strategis Kepri yang berbatasan dengan negara tetangga yang relatif lebih maju akan memudahkan usaha untuk menggali potensi kemaritiman tersebut. Tinggal lagi kemauan dan perubahan cara pandang para stakeholder terkait agar bisa mengimplementasikannya,” katanya.

Pemprov Kepri, lanjut Taba, sudah meletakkan dasar untuk menggali potensi kemaritiman ini dalam RPJMD tahun 2021 – 2022. Artinya, seluruh arah pembangunan di Kepri akan diarahkan untuk menggali potensi kemaritiman ini nantinya. Ini menegaskan bahwa pembangunan ekonomi berbasis maritim menjadi prioritas utama dalam pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau.

“Maka marilah kita bersama-sama mendukung keinginan ini. Karena semua bermuara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Taba mencatat potensi-potensi dari luasnya laut Kepri. Apalagi ada kewenangan wilayah laut yang dimiliki Provinsi Kepri berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 (jarak 0 – 12 mil) sebesar 101.920 km2 atau 24,44 persen.

Baca juga: BBK Dilebur: Batam Hub Logistik, Bintan Pariwisata, Karimun Maritim

Di antara potensi itu adalah perikanan tangkap dan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi, pertambangan dan energi. Termasuk juga potensi transportasi laut, industri jasa maritim, sumberdaya non komvensional dan pembangunan pulau-pulau kecil.

Sektor pariwisata bahari menjadi bidang yang masih sangat mampu dikembangkan, terutama di daerah-daerah pesisir yang memiliki pantai dan laut.

“Wisata bahari di pantai meliputi wisata kuliner hidangan laut, hotel dan penginapan, pesiar, memancing, serta olahraga air seperti menyelam, surfing dan speedboat,” katanya. (re)