Kepri, Provinsi Berbiaya Hidup Termahal Kedua di Indonesia
Aktivitas pembeli dan pedagang di Pasar Jodoh saat pandemi Covid-19 belum mewabah di Kota Batam.

Jakarta, BatamEkbiz.com – Provinsi Kepri menjadi satu daerah dengan biaya hidup termahal di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan Kepri di urutan kedua biaya hidup termahal setelah DKI Jakarta.

Mengutip laman BPS, Senin (14/12/2020), pengeluaran per kapita Kepri mencapai Rp1.778.150 per bulan. Kota Batam menyumbang mahalnya biaya hidup di Provinsi Kepri.

Tidak hanya terkenal sebagai surga belanja barang-barang impor, Batam juga terkenal sebagai kawasan ekonomi. Kota berpenduduk sekitar 1,1 juta ini memiliki banyak perusahaan-perusahaan berskala nasional dan multinasional. Sementara itu Provinsi DKI Jakarta memiliki pengeluaran per kapita sebesar Rp2.156.112 per bulan. Sebagai pusat pemerintahan dan pusat bisnis mempengaruhi tingginya biaya hidup di Jakarta.

Kemudian provinsi dengan biaya hidup mahal di posisi ketiga adalah Kalimantan Timur. BPS mencatat rata-rata pengeluaran per kapitanya mencapai Rp1.617.640 per bulan.

Kalimantan Timur termasuk dalam daftar salah satu provinsi terkaya di Indonesia dari segi penerimaan daerah. Mengingat daerah ini mempunyai sumber daya alam melimpah.

Baca juga: Ekonomi Batam Harus Produktif Meski Covid

Biaya hidup di sebuah daerah sangat memengaruhi kesejahteraan para penduduknya. Sebab tingkat tingginya hidup akan mempengaruhi pengeluaran biaya. Terutama terkait kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, dan papan. Jika orang berpenghasilan pas-pasan hidup di daerah dengan biaya hidup tinggi, maka pengeluaran terasa mencekik.

Di Indonesia, setiap daerah mempunyai tingkat biaya hidup yang berbeda-beda. Perhitungan biaya hidup ini berdasarkan formula pengeluaran tertinggi per kapita.

Data pengeluaran per kapita tersebut berasal dari data Sensus Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2019. Sensus ini mencakup 320 ribu rumah tangga sampel yang tersebar di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Semua rumah tangga sampel mendapat pertanyaan konsumsi seluruh anggota rumah tangga selama seminggu terakhir. Baik kuantitas maupun uang yang keluar untuk makanan tersebut. Rumah tangga juga mendapat pertanyaan mengenai besarnya uang untuk barang-barang selain makanan selama sebulan atau setahun terakhir. (re)