Kesadaran Rehabilitasi Pecandu Narkoba Kepri Masih Minim

Nongsa, BatamEkbiz.Com – Kesadaran masyarakat Kepri yang menjadi pengguna narkoba untuk menjalani rehabilitasi masih minim. Padahal biaya rehabilitasi ini gratis.

“Kepri ini salah satu wilayah dengan prevalensi pengguna tinggi. Namun, kesadaran untuk menjalani rehabilitasi agar lepas dari ketergantungan sangat minim,” kata Kepala BNN Kepri, Nixon Manurung di Batam, Rabu 19 Juli 2017.

Hal tersebut disampaikan Nixon dalam acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di kawasan Panti Rehabilitasi BNN Kepri di Nongsa, Batam.
Menurutnya, masih sedikit pengguna narkoba yang sadar dan datang sendiri untuk menjalani rehabilitasi.

“Yang banyak justru masyarakat luar Kepri yang datang untuk rehabilitasi,” katanya.

Rehabilitasi, jelas Nixon, sebenarnya salah satu upaya untuk memutus rantai peredaran narkoba dengan jalan menyembuhkan dan menyadarkan pengguna agar tidak lagi mengonsumsi barang terlarang tersebut.
Selain rehabilitasi, tugas BNN adalah melakukan pencegahan, pemberdayaan masyarakat, serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Jika suplai terputus, maka dengan sendirinya peredaran narkoba bsa ditekan. Jika kesadaran masih minim dan tetap mengonsumsi narkoba, berarti peredarannya masih tinggi,” kata Nixon.

Nixon membeberkan, saat ini Kepri masih masuk 10 besar daerah dengan prevalensi peredaran narkoba tertinggi di Indonesia.

“Kepri pernah menempati posisi kedua terbesar, keempat, dan kini kesepuluh. Ini masih sangat tinggi, jadi harus banyak pengguna yang direhabilitasi,” katanya. (R01)