Kunjungan Wisman Selama Mei, Tanjungpinang Nihil, Batam Melonjak

  • Whatsapp

Tanjungpinang, BatamEkbiz.com – Selama Mei 2020 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Batam naik 58,69 persen, dari bulan sebelumnya 1.133 kunjungan menjadi 1.798 kunjungan. Sementara di Tanjungpinang tidak ada turis yang berkunjung selama Mei 2020.

“Hingga bulan Mei 2020 pemerintah masih menutup pintu masuk kedatangan dari Luar Negeri ke Kota Tanjungpinang. Hal ini mengakibatkan tidak ada wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang pada bulan Mei 2020,” tulis BPS Kota Tanjungpinang dalam laman resminya, Jumat (3/7/2020).

Bacaan Lainnya

Jika dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2019, BPS Kota Batam mencatat kunjungan wisman pada Mei 2020 mengalami penurunan 98,76 persen. Turis yang berkunjung ke Kota Batam pada bulan Januari hingga Mei 2020 didominasi oleh wisman berkebangsaan Singapura dengan persentase sebesar 49,88 persen dari total jumlah wisman Januari-Mei pada 2020.

BPS Kota Batam juga mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kepri pada Mei 2020 rata-rata hanya 9,91 persen. Jumlah tersebut turun 1,46 poin dibanding TPK April 2020 sebesar 11,37 persen.

“Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau pada bulan Mei 2020 adalah 2,22 hari atau turun 0,18 poin dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu pada April 2020,” tulisnya.

Fokus Segmen Wisnus

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) fokus pada segmen wisatawan nusantara (wisnus) sebagai langkah awal pemulihan sektor pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak Covid-19 Kemenparekraf/Baparekraf Ari Juliano Gema dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (3/7/2020) mengatakan, untuk menggerakkan kembali perekonomian melalui sektor pariwisata, Kemenparekraf/Baparekraf memprioritaskan untuk menggarap segmen wisatawan nusantara terlebih dahulu dalam waktu dekat.

Ia mengatakan, wisnus akan menjadi harapan bagi percepatan pemulihan sektor pariwisata Indonesia, sehingga Kemenparekraf salah satunya membuat kampanye aktivasi #DiIndonesiaAja yang mengajak wisatawan domestik untuk berwisata di dalam negeri dengan tetap menegakkan protokol Cleanliness, Health, and Safety(CHS).

“Untuk membangun kepercayaan terhadap destinasi Indonesia, penerapan protokol CHS dipersiapkan, didukung dengan acuan penerapan protokol kesehatan yang telah dikeluarkan Kementerian Kesehatan dan diturunkan ke panduan protokol kesehatan sektor parekraf, yang antara lain dalam bentuk buku panduan digital dan pembuatan konten kreatif bekerja sama dengan hotel, rumah makan, dan sektor ekonomi kreatif lainnya yang akan segera diluncurkan,” ujarnya. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *