LPMP Kepri Targetkan Semua Sekolah Jadi Sekolah Penggerak
Kepala LPMP Kepri, Irwan Safii menyampaikan sambutan dalam Forum Pemangku Kepentingan Daerah Program Sekolah Penggerak di Hotel Sahid Batam, Selasa 23 November 2021.

BatamEkbiz.com – Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan semua sekolah di Kepri menjadi sekolah penggerak. Program sekolah penggerak ini sudah dimulai di Kepri dari Juli 2021 dengan 22 sekolah di Kota Batam.

“Targetnya, semua sekolah akan menjadi sekolah penggerak,” ujar Kepala LPMP Kepri, Irwan Safii dalam kegiatan Forum Pemangku Kepentingan Daerah Program Sekolah Penggerak Angkatan I Kota Batam, Provinsi Kepri di Hotel Sahid Batam, Selasa 23 November 2021.

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Batam yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Batam, Pebrialin. Kemudian Dewan Pendidikan Kota Batam, PGRI, Koordinator Tim Pokja Manajemen Operasional (PMO) dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Selain itu juga hadir Komite Pembelajaran Sekolah Penggerak Angkatan 1 bersama pengawas, serta perwakilan siswa dan orangtua murid.

LPMP adalah salah satu unit pelaksana yang melaksanakan tugas teknis operasional dan penunjang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Lembaga ini diberi amanah untuk mampu melakukan usaha sistematis terencana baik dalam bentuk sosialisasi persuasi, fasilitasi bimbingan maupun pendampingan kepada pemangku kepentingan di daerah dalam mengadopsi dan menerapkan kebijakan pendidikan Merdeka Belajar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Moh Dali memberikan penghargaan kepada Gubernur Kepri dalam Program Sekolah Penggerak.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Moh Dali memberikan penghargaan kepada Gubernur Kepri dalam Program Sekolah Penggerak.

Amanah inilah yang kemudian dilaksanakan oleh LPMP Provinsi Kepri bersama dengan pemangku kepentingan, antara lain pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, satuan pendidikan dan masyarakat pendidikan pada umumnya untuk memberikan layanan pengembangan penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan.

Program Sekolah Penggerak merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kemendikbudristek untuk meningkatkan kualitas belajar siswa yang terdiri dari lima jenis intervensi untuk mengakselarasi sekolah bergerak 1-2 tahap lebih maju dalam kurun waktu 3 tahun ajaran.

Kelima jenis intervensi itu pertama, pendampingan konsultatif dan asimetris, berupa program kemitraan antara Kemendikbudristek dan pemerintah daerah, Kedua, penguatan SDM sekolah, berupa penguatan kepala sekolah, pengawas sekolah, penilik, dan guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching one to one) dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemdikbudristek.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Batam, Pebrialin menandatangani komitmen bersama pemangku kepentingan daerah dalam Program Sekolah Penggerak di Hotel Sahid Batam, Selasa 23 November 2021.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Batam, Pebrialin menandatangani komitmen bersama pemangku kepentingan daerah dalam Program Sekolah Penggerak di Hotel Sahid Batam, Selasa 23 November 2021.

Ketiga, pembelajaran dengan paradigma baru, yakni pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter yang sesuai nilai-nilai Pancasila, melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan luar kelas. Keempat, perencanaan berbasis data, berupa manajemen berbasis sekolah dan perencanaan berdasarkan refleksi diri sekolah. Kelima, digitalisasi sekolah, berupa penggunaan berbagai platform digital yang bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang disesuaikan.

“Program Sekolah Penggerak ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar dalam rangka mewujudkan transformasi pendidikan menuju paradigma baru sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Model pembelajarannya memang berbeda, karena berpusat pada murid. Dan semua itu secara bertahap sudah dilakukan, termasuk dalam digitalisasi sekolah dan peningkatan SDM,” jelas Irwan.

Dari hasil monitoring dan evaluasi ke sekolah pelaksana Program Sekolah Penggerak di Kota Batam, kata Irwan, semua sekolah sudah melakukan peningkatan kualitas belajar siswa melalui lima intervensi tersebut.

“Alhamdulillah program berjalan dengan baik. Nanti kita berharap tindak kekerasan di sekolah tidak terjadi lagi, perundungan tidak terjadi lagi, dan hasil belajarnya bisa meningkat. Kalau bisa meningkat dua level dari seharusnya,” katanya.

Kepala LPMP Kepri, Irwan Safii foto bersama pemangku kepentingan daerah dalam Program Sekolah Penggerak di Hotel Sahid Batam, Selasa 23 November 2021.
Kepala LPMP Kepri, Irwan Safii foto bersama pemangku kepentingan daerah dalam Program Sekolah Penggerak di Hotel Sahid Batam, Selasa 23 November 2021.

Menurut Irwan, saat ini baru 111 kabupaten/kota di Indonesia yang telah menerapkan Program Sekolah Penggerak. Salah satunya adalah Kota Batam, Provinsi Kepri dengan 22 sekolah di tingkat PAUD, SD, SMP, SMA, dan SLB.

“Untuk angkatan II, bertambah dua kabupaten yaitu Natuna dan Bintan dengan 300 kepala sekolah yang telah mendaftar, dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, dan SLB,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Moh Dali mengatakan bahwa program sekolah penggerak merupakan progam kolaborasi antara Kemendikbud dan Pemerintah Daerah.

Ia berharap program ini mampu meningkatkan mutu SDM dari proses pembelajaran, perencanaan belajar, juga pendamping pemerintah daerah.

“Ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mewujudkan visi pendidikan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan tercipta pelajar Pancasila,” katanya.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Batam, Pebrialin sangat mendukung program ini dan berkomitmen serta telah menyiapkan anggaran untuk sekolah dan SDM.

“Semoga dengan adanya progam ini dapat meningkatkan kompetensi di bidang pendidikan di Kota Batam,” harapnya.

Menurut Febrialin, kolaborasi adalah kuncinya. Kolaborasi ini dapat menumbuhkan ekosistem sekolah yang sehat dalam hal pengetahuan, inovasi dapat ditumbuhkan bersama. Kolaborasi seluruh elemen warga sekolah sangat diperlukan, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua.

Baca juga: PPKM Batam, Belajar Disiplin Protokol Kesehatan dari Sekolah

“Kami menyadari bahwa kolaborasi akan mempercepat penyebaran pengetahuan yang menarik, yang dapat dipelajari oleh siapa saja yang menjadi mitra belajar. Kolaborasi memiliki semangat dalam membina belajar tentang apa saja,” katanya.

Konsep ini, jelas Febrialin, sangat bagus dalam mengoptimalkan kemampuan guru, orangtua, tokoh masyarakat, pengamat ataupun tokoh pendidikan dan lainnya. Akan tetapi konsep saja tidaklah cukup, program sekolah penggerak ini mesti segera kita eksekusi dan Kota Batam siap merealisasikannya. (mad)