Marak Lagi, Penjualan Buku Paket di SD Negeri di Batam

  • Whatsapp

Batam, BatamEkbiz.com – Masa pandemi Covid-19 tak menyurutkan sejumlah sekolah negeri di Batam untuk membebani orangtua murid melalui penjualan buku-buku paket. Kali ini dilakukan SD Negeri 008 Sei Beduk.

Penjualan buku paket itu dikeluhkan sejumlah orangtua murid. Di kelas 2 misalnya, orangtua terpaksa membeli buku paket bahasa inggris yang ditawarkan oleh sekolah seharga Rp35 ribu.

Bacaan Lainnya

Kalau tidak, anaknya tak bisa mendapat nilai karena tidak bisa mengerjakan tugas. Sebab tugas yang diberikan guru mengacu pada halaman tertentu di buku paket.

“Ya, terpaksa beli, daripada anak tak dapat nilai,” ujarnya.

Tak hanya di kelas 2, penjualan buku paket juga ditawarkan sekolah kepada murid kelas 1 SD Negeri yang berada di kawasan Pancur Baru itu. Harga buku paket bahasa Inggris itu Rp35 ribu.

Setiap jadwal mata pelajaran bahasa inggris tiba, sang guru meminta murid mengerjakan tugas untuk dikirim lewat WhatsApp. Dalam tugasnya, guru meminta murid mengerjakan tugas pada halaman tertentu di buku paket yang dijual sekolah.

“Kalau tak punya buku paket bagaimana mau mengerjakan tugas, tak tahu tugasnya apa. Ini sama saja dengan menyuruh orangtua membeli buku paket,” keluh Rian, salah satu orangtua murid.

Sebelumnya, praktik penjualan buku juga pernah terjadi di SD Negeri 004 Sei Beduk. Selain buku paket, sekolah juga menjual lembar kerja siswa (LKS). Disinyalir ada yang ingin meraup untung dari penjualan buku-buku tersebut, karena dijual dengan harga yang mahal.

Di sekolah tersebut, buku PR Tematik SD Kelas 6 Tema 1 Selamatkan Makhluk Hidup dijual seharga Rp 22 ribu. Padahal di e-commerce shopee, buku terbitan Intan Pariwara ini hanya dijual seharga Rp 12.250. Bebas ongkos kirim untuk belanja di atas Rp 50 ribu.

Tidak hanya LKS, sekolah juga menjual buku-buku paket, seperti bahasa Inggris dan Pendidikan Agama dengan harga Rp 35 ribu per buku.

Dikonfirmasi terkait maraknya penjualan LKS dan buku paket di SD Negeri saat itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri mengaku belum mendapat laporan. Namun ia berjanji akan mengecek informasi tersebut.

“Saya belum dapat laporan terkait itu, tapi nanti saya kroscek dulu,” katanya waktu itu. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *