Maryono Ingin Perkumpulan Mubaligh Kepri Jadi Rumah Bersama
Ketua Umum Perkumpulan Mubaligh Kepri, Maryono usai terpilih dalam musyawarah di Tanjungpinang.

BatamEkbiz.com – Ketua Umum Perkumpulan Mubaligh Provinsi Kepri, Maryono, menginginkan organisasi yang baru terbentuk ini menjadi rumah bersama seluruh mubaligh di Kepri. Keinginan itu ia sampaikan dalam wawancara khusus bersama batamekbiz.com, Rabu (27/1/2021).

“Ini (Perkumpulan Mubaligh Provinsi Kepri) wadah kita para mubaligh. Di sini tidak ada salafi, tidak ada NU, tidak ada Muhammadiyah. Yang ada kita bersama, karena kita rumusnya menjalin kebersamaan dan bersatu dalam perbedaan,” ujarnya.

Kemudian untuk pemerintah daerah, Maryono berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota menjadikan mubaligh sebagai mitra. Sehingga bisa mempercepat pelaksanaan program-program daerah untuk masyarakat secara cepat dan tepat.

“Harapan kita kepada pemerintah daerah, lihatlah ustad-ustad ini sebagai mitra pembangunan,” ujarnya.

Maryono terpilih sebagai Ketua Umum Perkumpulan Mubaligh Provinsi Kepri dalam musyawarah di Asrama Haji Tanjungpinang, Kamis (14/1/2021). Hadir dalam musyarawah ini 11 utusan. Para utusan ini terdiri dari Pemprov, Kanwil Kemenag, dan DPRD Provinsi Kepri. Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), NU, Muhammadiyah, Al-Jam’iyatul Washliyah Kepri, dan lainnya.

Maryono menjelaskan, latar belakang pembentukan Perkumpulan Mubaligh Kepri ini adalah hak setiap warga negara untuk berserikat. Selain itu juga untuk mengkoordinir para mubaligh di Kepri, termasuk di pulau-pulau yang selama ini masih berjuang sendiri-sendiri.

“Selama ini Mubaligh bekerja sendiri-sendiri. Sudah sama-sama berjuang, tapi belum berjuang bersama. Maka perlu untuk membentuk organisasi Perkumpulan Mubaligh Provinsi Kepri,” ujarnya.

Maryono memperkirakan jumlah mubaligh di Kepri mencapai 5.600 mubaligh. Saat ini organisasi mubaligh sudah terbentuk di empat dari tujuh kabupaten/kota di Kepri. Yakni di Batam dengan Persatuan Mubaligh Batam dan Tanjungpinang dengan Forum Komunikasi Mubaligh Tanjungpinang. Kemudian di Karimun dengan Persatuan Mubaligh Kabupaten Karimun dan Ikatan Mubaligh Bintan di Bintan.

“Setelah empat kabupaten/kota ini terbentuk, kita bersepakat akan membentuk di tiga kabupaten lain. Yakni di Lingga, Natuna, dan Anambas,” pungkasnya. (re)