Menko Polhukam Mahfud MD Resmikan Masjid Agung Baitul Makmur Anambas
Menko Polhukam RI, Mahfud MD, meresmikan Masjid Agung Baitul Makmur di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (4/6/2020).

Anambas, BatamEkbiz.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD, meresmikan Masjid Agung Baitul Makmur di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (4/6/2020). Ditemani Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, ini merupakan kunjungan kerja ke luar kota pertama Menko Polhukam di masa pandemi Covid-19.

Peresmian Masjid Agung ditandai dengan pemotongan pita, pembukaan papan selubung nama, dan penandatanganan prasasti. Dalam kesempatan tersebut Mahfud juga melaksanakan salat berjamaah di masjid yang menjadi kebanggaan muslim Anambas ini. Ia berharap warga muslim di Anambas dapat memakmurkan masjid dengan daya tampung hingga 3.000 jemaah tersebut.

“Siapa yang membangun masjid, maka akan dibangunkan rumah seperti masjid baginya di surga,” ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dan mantan Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ini mengutip sebuah hadis.

Pelaksanaan salat berjamaah di Masjid Agung Baitul Makmur Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (4/6/2020) dengan menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Masjid Agung Baitul Makmur dibangun di atas lahan seluas 5.710 meter persegi dari total lahan seluas 3,3 hektare. Pembangunan sudah berlangsung sejak 2018 dengan pagu anggaran sekitar Rp67,5 miliar.

“Masjid ini terdiri dari tiga lantai dengan dua lantai yang dipergunakan. Lantai tiga akan diperuntukkan bagi kegiatan-kegiatan keagamaan,” kata Bupati Anambas, Abdul Haris.

Kunjungan kerja di Anambas juga dimanfaatkan Mahfud untuk meninjau hasil pembangunan dan mengecek kesiapan masa pemberlakuan new normal di kawasan perbatasan ini. Sehingga dalam kunjungan kerja itu tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan.

“Protokol kesehatan Covid-19 tidak hanya berlaku di kota, tidak hanya berlaku di daerah merah, tetapi di daerah-daerah terluar seperti Anambas ini juga mesti diterapkan,” katanya. (re)