Connect with us

News

Pabrik Arang di Galang Diduga Lakukan Pembabatan Bakau Ilegal

Published

on

Galang, BatamEkbz.Com – Aktivitas pembabatan hutan bakau (mangrove) merupakan bentuk pelanggaran sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Dalam UU itu antara lain mengatur larangan penebangan pohon di wilayah 130 kali jarak pasang laut terendah dan pasang laut tertinggi.

Akan tetapi larangan penebangan pohon atau hutan bakau tersebut terkesan diabaikan oleh para mafia ilegal logging di Kepri, khususnya Batam. Padahal dalam pasal 50 UU Kehutanan serta pasal 78 jelas disebutkan sanksi pidananya, yakni ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp5 miliar.

Pantauan Batam Ekbiz di lokasi di gudang arang di Jembatan Enam Galang Baru, Jembatan Enam, Kamis 19 Oktober 2017, terdapat puluhan pekerja mengemasi arang ke dalam kardus atau kresek. Arang itu diduga hasil dari pembabatan hutan bakau di perairan sekitar.

Terdapat juga puluhan truk kontainer ukuran 40 pit di lokasi, dan ada yang siap jalan. Gudang tersebut diduga milik pengusaha berinisial Ant.

Informasinya pengusaha arang bakau bernama Ant tersebut dengan leluasa mengekspor arang bakau dari hasil penebangan hutan bakau ilegal di wilayah Kepri. Diperkirakan ratusan ton arang berhasil dikumpulkan perharinya untuk dikirim ke berbagai negara.

Seorang pekerja gudang saat ditanyai asal-usul ratusan arang tersebut mengaku tidak mengetahui terkait dugaan praktik ilegal tersebut. Mereka mengaku hanya sebagai pekerja saja.

“Kami tidak tahu Pak, kami ini hanya pekerja saja. Kalau ada orang datang lalu bertanya, apalagi bertemu langsung dengannya, dia pasti tidak akan ngaku. Sepengetahuan kami sudah ada orang-orang yang ditunjuk mengkordinasikan. Kalau tidak salah, seingat saya berinisial MS dan dia berdomisili di Batam,” ungkap pekerja itu.

Di lokasi gudang arang juga terdapat kapal yang bersandar di bibir pantai pelabuhan. Seorang pekerja yang tidak mau disebut namanya mengaku bahwa pelabuhan tersebut milik Ant. “Ya benar Pak, pelabuhan punya Pak Ant,” katanya.

Hingga berita ini diunggah, Ant yang disebut-sebut sebagai pemilik gudang dan pelabuhan tak berada di lokasi dan belum berhasil dikonfirmasi. (mas/adi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *