Pahit Manis Dunia Konten Kreator Digital
Free Fire x CR7 Ronaldo CR7 merupakan salah satu kolaborasi game paling ambisius tahun ini.

BatamEkbiz.com – Saat ini masyarakat luas terutama kaum milenial makin terbiasa dengan istilah konten kreator. Perkembangan teknologi digital telah membantu memperluas variasi dan keanekaragaman tontonan masyarakat, termasuk milenial.

Mereka bisa mengakses berbagai jenis konten hiburan atau edukasi yang tersedia secara online dan gratis di platform media sosial. Mulai dari Youtube, Facebook, Twitter, Instagram, dan TikTok.

Dalam ekosistem digital inilah para konten kreator bisa memperoleh pendapatan dengan menyiarkan kegiatan atau hobi mereka melalui media sosial. Jumlah penontonnya bisa mencapai ratusan ribu, bahkan sampai jutaan penonton.

Akan tetapi, menjadi konten kreator yang bisa bertahan di ekosistem yang semakin ramai dan kompetitif ini, tentunya tidak mudah. Itulah yang dirasakan Kapten Liong, seorang konten kreator di Youtube dan Facebook yang fokus pada konten gaming.

Berawal dari kejenuhan dalam aktivitasnya sehari-hari, Liong lantas memutuskan untuk mencoba membuat konten dari salah satu hobinya. Yakni DOTA 2, suatu gim multiplayer online battle area (MOBA) yang sudah ia mainkan hingga 4.000 jam.

“Kebetulan waktu itu gue awalnya main DOTA, anak MOBA banget gue dulu. Gue main DOTA itu sampai 4.000 jam dan ya sudah gue coba bikin konten DOTA. Dan gue riset waktu itu belum ada di Indonesia yang bikin konten DOTA yang proper karena 2017 dan 2020 beda zaman. Akhirnya gue bikin DOTA dan terbukalah rezekinya.” tutur Kapten Liong.

Pria dengan kanal Youtube yang memiliki 850 ribu subscribers ini menambahkan, perjalanannya sebagai konten kreator tidak mudah. Di masa awal sebagai konten kreator, Liong masih bekerja di kantor sekaligus menjadi editor bagi konten kreator Indonesia ternama: Ericko Lim.

“Waktu zaman 2018, gue kerja di RRQ, dan kerja dengan Erick. Gue tinggal di Tangerang bangun jam 4 pagi, dan jam 8 pagi harus taping di kantor. Terus gue jam 7–8 ke apartemennya Ericko sampai 10 malam dan bermalam. mereka kadang bikin konten sampai 2–3 pagi dan gue bangun lebih pagi dari mereka untuk mengedit,” kata Liong.

Liong mengakui membutuhkan waktu lama untuk menemukan jati dirinya sebagai konten kreator. Setelah merintis di bawah generasi Ericko, Liong kini merasa telah menemukan keahliannya, serta apa yang diminati para penonton sehingga mencapai pertumbuhan yang pesat pada kanalnya.

Sementara itu, konten kreator Inayma mengatakan, untuk menjadi konten kreator berawal dari iseng dan mulai melakukan live streaming melalui komputernya pada 2018 selagi menjalani kuliah di Australia. Seiring berjalannya waktu, Inayma menyadari siarannya mulai ditonton dan disukai banyak orang dan memutuskan untuk melakukan live streaming sebagai rutinitas setiap hari.

“Meski dari 2 tahun lalu bikin konten hanya for fun. Walau nggak konsisten suka-suka saja. Tapi ternyata yang aku rasain kok orang pada menunggu, suka ditanya kapan mau upload lagi. Jadi aku merasa lebih termotivasi,” kata Inayma.

Baca juga: Kolaborasi Free Fire 2020, dari Joe Hingga Ronaldo

Bahkan, belum lama ini, Inayma mengakui sampai berhenti bekerja sebagai konsultan di salah satu perusahaan finansial ternama untuk dapat menempuh karier sebagai konten kreator secara penuh waktu. (re)