Panitia PPDB tolak calon murid tanpa sertifikat baca Alquran

  • Whatsapp

Seibeduk, BatamEkbiz.Com — Sertifikat kemampuan membaca Alquran wajib disertakan bagi calon murid muslim yang akan masuk SMP. Tanpanya, panitia penerimaan¬†peserta didik baru (PPDB) akan menolak berkas pendaftaran calon murid tersebut.

Di SMPN 40 Batam contohnya, seorang calon murid ditolak mendaftar karena tidak memiliki sertifikat kemampuan membaca Alquran. Padahal calon murid tersebut adalah lulusan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Mujahidin yang membaca Alquran jadi salah satu kurikulumnya.

Bacaan Lainnya

“Selain sekolah di SDIT, anak saya juga ikut mengaji sore. Tapi dari sekolah ngajinya sertifikat Munaqasah belum dikeluarkan, ini akan saya urus dulu,” kata Abdul, orangtua calon murid yang gagal mendaftar di SMPN 40 tersebut, Rabu (24/6/2015).

Selama ini Abdul beranggapan bahwa kalau sudah bersekolah di SDIT, sertifikat kemampuan membaca Alquran itu tidak diperlukan lagi. Sebab di SDIT, ada jam khusus yang dialokasikan bagi murid untuk belajar membaca Alquran, memahami agama Islam, dan salat berjamaah.

“Kalau sudah lancar membaca Alquran, untuk apa ada sertifikat lagi. Substansinya kan bisa membaca Alquran, bukan sekadar memiliki sertifikat,” katanya.

Pengamat pendidikan Kota Batam Abdullah Kadir mengatakan, syarat sertifikat membaca Alquran sebaiknya bisa dikecualikan bagi lulusan sekolah berbasis Islam. Sebab kemampuan membaca Alquran dan bekal pengetahuan agama Islam merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki sekolah berbasis Islam seperti SDIT. Sekolah umum tidak menambah jam pelajaran khusus untuk itu.

“Makanya kenapa murid di SDIT jam belajarnya lebih lama dibanding sekolah umum, karena adanya tambahan mata pelajaran agama Islam yang lebih mendalam,” jelasnya.

Abdullah juga menyoroti praktik ujian kemampuan membaca Alquran atau Munaqasah sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat tersebut. Dalam peraturan daerah, uji kemampuan membaca Alquran gratis, karena biayanya ditanggung pemerintah daerah melalui APBD. Kenyataannya, panitia membebankan biaya ratusan ribu per murid yang akan ikut ujian.

“Setiap murid ada yang dibebankan Rp120 ribu untuk dapat mengikuti ujian Munaqasah, meskipun dalam peraturan seharusnya gratis,” ungkapnya. (R03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *