Pemandu Harus Contohkan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
Taman Wisata Alam Mukakuning, destinasi wisata baru di Kota Batam, Minggu (18/10/2020).

Batam, BatamEkbiz.com – Pemandu wisata menjadi ujung tombak bagi pariwisata sehat di Indonesia. Mereka harus menjadi contoh dalam penerapan protokol kesehatan kepada wisatawan yang berkunjung di tempat wisata.

Direktur Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kartika Candra Negara mengatakan, saat ini cara pandang wisatawan sudah berubah. Mereka melihat destinasi tempat wisata yang mengutamakan kesehatan untuk dikunjungi.

“Kami mengharapkan pemandu wisata yang merupakan ujung tombak pariwisata melaksanakan protokol kesehatan dapat memberi contoh penerapan protokol kesehatan di tempat wisata,” katanya dalam sosialisasi Clean, Healthy, Safety, Environment (CHSE) ke pemandu wisata dan stakeholder di Nagoya Hill Hotel, Kota Batam, Minggu (18/10/2020).

Menurut Kartika, Indonesia dan negara di dunia bersaing dalam menarik wisatawan dengan menonjolkan tempat-tempat wisata sehat. Kemenparekraf telah mengembangkan protokol kesehatan untuk menjawab calon wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di Indonesia.

Melalui panduan CHSE, pelaku pariwisata, tak terkecuali pemandu wisata, dapat memberikan contoh bagi wisatawan. Pemandu wisata dapat mencontohkan pemakaian masker, hand sanitizer, dan rajin mencuci tangan dengan sabun. Kemudian menghindari kontak fisik dengan orang lain dan menjaga jarak.

Baca juga: Penguatan Kearifan Lokal di Pariwisata Berkelanjutan Jadi Pilihan Era New Normal

Kepala Dinas Kabudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata menyampaikan bahwa Pemko Batam serius menangani Covid-19 di Kota Batam. Terhitung sejak 15 Juni lalu, Pemko Batam mengizinkan semua sektor, termasuk sektor pariwisata, membuka kembali usahanya dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Menurut Ardiwinata, saat ini sudah 151 hotel di Batam mendapatkan sertifikat penerapan protokol kesehatan. Sertifikat ini merupakan bentuk apresiasi Pemko Batam kepada pelaku usaha yang sudah menerapkan protokol kesehatan di tempat usaha pariwisata.

“Pemko Batam turun langsung ke tempat usaha pariwisata mengawasi penerapan protokol kesehatan dan membina pelaku wisata,” katanya.

Ardiwinata menyatakan bahwa Pemko Batam terus berupaya menekan penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Di antaranya dengan melakukan penyuluhan, bekerja sama dengan swasta, dan mengeluarkan Peraturan Wali Kota Batam Nomor 49 Tahun 2020 untuk melakukan penegakan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan. (re)