Pemerintah gagal tekan harga, UMK melonjak

  • Whatsapp

Sekupang, BatamEkbiz.Com — Kalangan serikat pekerja menginginkan upah minimum kota (UMK) 2016 di Batam mencapai Rp3,5 juta. Tingginya kenaikan UMK ini dinilai pekerja sebagai kegagalan pemerintah dalam menekan harga kebutuhan pokok selama ini.

Wakil Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam Muhamad Mustofa mengatakan, perwakilan serikat pekerja berharap ada kesepakatan dari pihak pengusaha dan serikat buruh mengenai upah.

Bacaan Lainnya

“Kami serikat kerja menginginkan upah sebesar Rp3,5 juta, mengingat kebutuhan ekonomi di Batam semakin tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, upah demikian sesuai kebutuhan hidup layak (KHL) di Batam yang terus naik signifikan. Pemko Batam dinilai tidak berkerja dan ingkar janji terkait mengkotrol harga-harga kebutuhan. KHL Batam pada Oktober 2015 menembus Rp2,843.308, jauh dari angka KHL tahun lalu pada bulan yang sama Rp2.148.000

“UMK 2016 harus naik, karena KHL Batam semakin tinggi,” kata Mustofa.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam Jadi Rajagukguk menegaskan bahwa pengusaha akan memaksimalkan musyawarah dalam pembahasan UMK nantinya. Pengusaha juga akan berpulang kepada aturan yang berlaku. Namun juga mempertimbangkan kondisi ekonomi yang ada. “Kadin nanti meminta pengusaha untuk mengerti soal itu,” ujarnya. (R04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *