Pemko Batam Tak Bisa Batasi Pertumbuhan Alfamart dan Indomaret, Ini Alasannya

  • Whatsapp
Rapat dengar pendapat tentang menjamurnya pertumbuhan Alfamart dan Indomaret di Kota Batam. RDP berlangsung di ruang rapat Pimpinan DPRD Batam, Senin (22/6/2020).

Batam, BatamEkbiz.com – Pertumbuhan Alfamart dan Indomaret terus menjamur hingga ke pelosok-pelosok pemukiman di Kota Batam. Jumlahnya sudah mencapai 361 gerai di awal tahun 2019, terdiri dari 194 gerai Indomaret dan 167 gerai Alfamart. Pemko Batam tak berdaya membatasi pertumbuhan kedua ritel modern raksasa itu, meski berpotensi mematikan pasar tradisional, warung kebutuhan pokok, dan usaha kecil yang ada di sekitarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Batam, Firmansyah beralasan, sistem perizinan ritel modern sekarang terpusat, secara online di Online Single Submission (OSS). Sehingga tidak ada kewenangan bagi daerah untuk membatasi pendirian ritel modern yang telah memperoleh izin dan memenuhi persyaratan.

Bacaan Lainnya

“Kita tidak bisa halangi mereka menambah gerai jika sudah memenuhi syarat. Karena semua perizinan usaha sekarang menggunakan OSS, langsung ke pusat. Inilah kadang yang membuat kita dilema,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat di ruang rapat pimpinan DPRD Kota Batam, Senin (22/6/2020).

Sistem perizinan ini berbeda dengan sebelumnya. Sebelum ada OSS, jelas Firmansyah, setiap perizinan wajib melampirkan izin domisili dari kelurahan dan kecamatan, sehingga memudahkan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan.

Namun sejak adanya OSS, pemerintah daerah tak punya lagi kewenangan untuk melakukan pembatasan atau mencegah jika ada pengajuan izin baru gerai Alfamart dan Indomaret di Batam. Pihaknya pernah mencoba untuk membatasi jumlah gerai kedua ritel modern itu, namun justru mendapat teguran dari Ombudsman.

“Kami juga tidak tahu kalau ada penambahan. Setelah di cek di sistem, baru kami tahu ada penambahan,” ungkapnya.

Meski demikian, Firmansyah memberikan solusi bagi daerah agar bisa melakukan pembatasan atas menjamurnya Alfamart dan Indomaret di Batam. Yakni melalui Rancangan Peraturan Daerah tentang Ruang Detail Tata Ruang (Ranperda RDTR) yang kini sedang dalam pembahasan di DPRD Batam.

“Jika sudah ada Perda RDTR, maka akan mudah untuk membatasi jumlah toko (ritel modern) di setiap kelurahan dan kecamatan,” katanya.

Ketua Komisi I DPRD Batam, Budi Mardiyanto mengatakan, pendirian Alfamart dan Indomaret seharusnya hanya diperbolehkan di titik-titik tertentu saja agar tidak mengancam keberlangsungan usaha kecil di sekitarnya. Sebab saat ini pertumbuhan Alfamart dan Indomaret di Batam sudah sangat pesat.

“Penyebarannya tidak hanya di tingkat kelurahan saja, tapi sudah sampai ke tingkat RT. Selaku lembaga yang membidangi perizinan, kami tidak setuju Alfamart dan Indomaret di Batam terus berkembang,” katanya. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *