Penetapan UMK 2017 Batam Terancam Molor

  • Whatsapp

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Pemprov Kepri mengembalikan usulan Upah Minimum Kota (UMK) yang diajukan Wali Kota Batam, Rudi. Masalahnya, Wali Kota Batam mengajukan dua usulan UMK, versi pengusaha dan pekerja. Sementara Pemprov Kepri hanya akan menerima satu usulan UMK saja.

“Iya dikembalikan, tadi Kadisnaker bilang,” kata Rudi, Senin, 21 November 2016, sebagaimana dilansir media centre.

Bacaan Lainnya

Pekan lalu, Wali Kota Batam menyerahkan dua usulan angka UMK ke Pemprov Kepri. Yakni UMK versi pengusaha sebesar Rp3.241.125 dan versi pekerja Rp3.498.118.

Perbedaan angka UMK itu terjadi karena adanya perbedaan dasar perhitungan. Pengusaha menghitung angka UMK berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015, sedangkan pekerja tetap mengacu pada UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

PP 78/2015 mengatur formula kenaikan upah minimum berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Sedangkan UU 13/2013 mengatur kenaikan upah minimum berdasarkan hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Selain soal dua versi angka UMK, pengembalian usulan itu juga dikarenakan tidak disertai dengan usulan angka Upah Minimum Sektoral (UMS). Pemprov Kepri meminta angka UMK dan UMS diusulkan dalam satu paket.

“Dalam pembahasan UMK ini, Pemko Batam hanya sebagai pengusul, bukan pengambil keputusan. Jadi sifatnya hanya meneruskan saja,” kata Rudi. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *