Pengurus PHRI Kepri 2021-2026 Dikukuhkan, Raih Lagi Kejayaan Pariwisata Kepri
Pengurus PHRI Kepri periode 2021-2026 dikukuhkan, Sabtu (9/10/2021) di Hotel Aston Batam.

Batam (gokepri.com) – Pengurus PHRI Kepri periode 2021-2026 dikukuhkan, Sabtu (9/10/2021) di Hotel Aston Batam. Pengukuhan dilakukan langsung Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pusat, Hariyadi B Sukamdani.

Dalam acara tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengajak insan pariwisata bersatu meraih kembali prestasi pariwisata Kepri. Yakni sebagai provinsi dengan jumlah kunjungan wisatawan terbesar kedua di Indonesia.

“Status Kepri PPKM Level 1 merupakan modal dan jalan bagi kita untuk kembali menggerakkan sektor pariwisata. Saya mengajak semua memikirkan dan membantu bergeraknya kembali sektor pariwisata ini, sehingga kejayaan bisa kitar raih kembali,” katanya.

Ansar mengaku sudah melakukan upaya untuk menggerakkan lagi sektor pariwisata di Kepri. Salah satunya dengan menyurati menteri terkait untuk membuka kembali jalur penerbangan dan pelabuhan internasional. Sehingga memudahkan turis mancanegara masuk ke Kepri.

“Saya meminta seluruh insan pariwisata mempersiapkan diri apabila pemerintah pusat menyetujui permohonan tersebut,” katanya.

Selain itu, lanjut Ansar, pihaknya juga mengajukan permohonan untuk masuk ke Batam tidak lagi menggunakan swab PCR. Tetapi cukup dengan antigen saja dengan syarat telah vaksinasi dosis kedua.

“Sementara untuk antar daerah dalam provinsi, tidak lagi memakai antigen,” katanya.

Ansar mengakui dari beberapa sektor ekonomi di Kepri, sektor pariwisata masih lambat pergerakannya. Pemerintah tidak bisa memenuhi permintaan relaksasi berupa insentif oleh PHRI, karena terbatasnya keuangan daerah.

Baca juga: Hotel dan Restoran di Batam Tutup

Kendati begitu, Ansar berjanji untuk memberikan bantuan dalam bentuk lain. Seperti kemudahan pengurusan perizinan, biaya yang murah, dan waktu pengurusan yang cepat.

“Saya minta seluruh insan pariwisata mulai mempersiapkan diri. Mempersiapkan paket-paket wisata murah dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya. (re)