Connect with us

Ekonomi

Penolakan Kenaikan Tarif Listrik Batam Meluas

Published

on

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Penolakan atas usulan bright PLN Batam untuk menaikkan tarif listrik Batam meluas. Setelah Gubernur Kepri Nurdin Basirun, penolakan kenaikan tarif listrik untuk rumah tangga sebesar 47 persen juga disampaikan Wali Kota Batam, Rudi.

“Kalau saya tidak sepakat (listrik) naik, terlalu besar,” ujarnya di Batam Centre, kemarin.

Kenaikan tarif listrik yang dipatok anak perusahaan PLN (Persero) tersebut dalam aturannya harus mendapat persetujuan Gubernur Kepri dan DPRD Kepri. Karena itu, Rudi berharap aspirasinya dapat ditampung gubernur dan anggota DPRD Kepri, khsususnya dari dapil Batam.

Prinsipnya, kenaikan tersebut dapat diterima bila transparansi bright PLN Batam dapat menunjukkan kerugian yang dialami. Sebab, salah satu alasan mereka menaikkan listrik karena mengalami kerugian.

“Dihitung sebaiknya. Rakyat tidak terbebani dan PLN tidak rugi. Tapi kalau selama ini katanya rugi, mana auditnya. Supaya kalau naik harus menghitung kemampuan,”ujarnya.

Seperti diketahui, PLN Batam tetap mengajukan kenaikan tarif listrik rumah tangga sebesar 47 persen. Selain untuk menutup kerugian, alasan kenaikan tarif dikarenakan tarif saat ini tidak pernah naik sejak 2008.

“Kami bukan menaikkan, tapi penyesuaian tarif. Selama ini tarif listrik rumah tangga selalu kita subsidi. Jadi kami usulkan sama dengan tarif dasar listrik (TDL) nasional,” kata Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Agus Subekti .

Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, tarif listrik Batam masih dibahas oleh DPRD Batam. Rapat terus dilakukan termasuk yang dilakukan di Graha Kepri.

“Masih dibahas DPRD,”ujarnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *