Penumpang Meninggal di Pesawat Dievakuasi di Batam, Berikut Penjelasan Garuda

  • Whatsapp

Batam, BatamEkbiz.com – Proses evakuasi terhadap jenazah penumpang pesawat Garuda Indonesia yang meninggal dalam penerbangan charter rute New Delhi – Batam – Merauke – Fiji telah dijalankan secara menyeluruh. Evakuasi dilakukan mengacu  prosedur protokol kesehatan dengan koordinasi intensif bersama otoritas kesehatan di Bandara Hang Nadim Batam.

Penumpang disebutkan mengalami gejala sesak napas dan telah mendapatkan pertolongan pertama dari awak pesawat. Berdasarkan hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR), penumpang itu dinyatakan negatif covid- 19.

Bacaan Lainnya

“Penumpang berkewarganegaraan Fiji tersebut, meninggal dunia setelah mengalami sesak nafas dan telah mendapatkan pertolongan pertama dari awak pesawat berupa pemberian oksigen,” kata DIrektur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/7/2020)

Irfan menjelaskan, proses evakuasi dilakukan dengan mengacu pada prosedur protokol kesehatan yang dijalankan secara menyeluruh dengan koordinasi intensif bersama otoritas kesehatan di Bandara Hang Nadim Batam.

Adapun sesuai dengan prosedur protokol kesehatan penerbangan, Garuda Indonesia juga telah melaksanakan proses desinfeksi di kabin pesawat sesuai ketentuan yang berlaku. Disamping itu, semua awak pesawat dalam penerbangan tersebut menjalankan Swab PCR di RSKI Pulau Galang dengan hasil negatif Covid-19.

Selanjutnya seluruh awak pesawat yang bertugas pada penerbangan tersebut akan diterbangkan kembali ke Jakarta dan menjalani protokol kesehatan yang diperlukan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya preventif dan merujuk pada rekomendasi gugus tugas COVID-19 Batam. Penerbangan ini kemudian melanjutkan perjalanan dari Batam pada Rabu (1/7/2020) pukul 02.54 WIB dengan pergantian awak pesawat. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *