Pilgub Kepri, Golkar Inginkan Ansar

  • Whatsapp

Tanjungpinang, BatamEkbiz.com – Di tengah upaya daerah melawan penyebaran pandemi virus corona (Covid-19), sejumlah partai diam-diam terus menyusun strategi untuk agenda politik pada Pilkada 2020 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Partai Golkar misalnya, setelah memilih aklamasi Ahmad Maruf Maulana sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Kepri, kini mulai membidik kepentingan partai, baik di tingkat kabupaten/ kota dan provinsi.

Di Kota Tanjungpinang, Partai Golkar sudah mem-plot Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Tanjungpinang, Ade Angga, sebagai Wakil Walikota pendamping Rahma. Sementara di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepri, beberapa figur berebut restu dari partai berlambang pohon beringin ini. Di antaranya mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, anggota DPR Ansar Ahmad, Huzrin Hood, Taba Iskandar, dan lainnya.

Bacaan Lainnya

Namun Partai Golkar dikabarkan lebih menginginkan untuk mengusung Ansar Ahmad sebagai Calon Gubernur. Nama Ansar makin menguat setelah Ketua DPD I Partai Golkar Kepri Ahmad Maruf Maulana terang-terangan menginginkannya maju. Salah satu alasan Maruf, Ansar dinilai telah banyak memberi kontribusi positif untuk Kepri.

“Golkar Kepri siap mengantarkan Ansar Ahmad ke kursi Gubernur di Pilgub Kepri 2020,” kata Maruf usai terpilih dalam Musda IV Partai Golkar Kepri di Kabupaten Natuna, 3 Maret 2020.

Pertarungan pada Pilkada 2020 di Provinsi Kepri bakal semakin menarik jika Ansar Ahmad benar-benar maju Calon Gubernur. Kepemimpinan mantan Ketua DPD I Partai Golkar Kepri dua periode ini sudah teruji ketika menjabat sebagai Bupati Bintan selama dua periode.

Pada Pemilu Legislatif 2019, Ansar membuktikan keberhasilannya duduk sebagai anggota DPR dari Dapil Kepri dengan perolehan suara tertinggi. Ansar mengantongi 135.022 suara sah, unggul dibanding tiga anggota DPR terpilih lainnya dari dapil yang sama, seperti Asman Abnur (PAN) dengan 76.021 suara, Nyat Kadir (Nasdem) 56.292 suara, dan Sturman Panjaitan (PDIP) 54.917 suara.

Selain ke Partai Golkar, Ansar sendiri sudah mendaftar sebagai Calon Gubernur Kepri ke sejumlah partai. Di antaranya ke Partai Gerindra, Demokrat, dan Nasdem. Namun untuk kepastian maju, ia mengaku masih menunggu hasil survei.

“Golkar kan melihat hasil survei,” kata Ansar kepada media di Tanjungpinang, beberapa waktu lalu.

Untuk calon pasangan, bisa jadi Golkar akan memilih Partai Nasdem sebagai kawan koalisi untuk menandingi PDIP dan Partai Gerindra yang lebih dulu menyatakan bergabung di Pilgub Kepri. Koalisi Golkar-Nasdem di Pilgub Kepri ini mencuat pasca-pertemuan informal antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua Partai Nasdem Surya Paloh di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jika koalisi Golkar-Nasdem terbentuk, besar kemungkinan Ansar Ahmad bakal berpasangan dengan Plt Gubernur Kepri Isdianto atau Marlin Agustina Rudi, istri Walikota Batam yang juga Ketua Partai Nasdem Kepri, Rudi.

Berdasarkan hasil Pemilu 2019, tidak ada satupun partai politik yang memenuhi 20 persen kursi (9 dari 45 kursi) DPRD Provinsi Kepri atau 25 persen perolehan suara sebagai syarat bisa mengusung pasangan calon sendiri. Partai Golkar dan PDIP sama-sama meraih kursi terbanyak dari 45 kursi di DPRD Kepri dengan 8 kursi. Kemudian PKS dan Nasdem sama-sama meraih 6 kursi, Demokrat dan Gerindra sama-sama meraih 4 kursi, Hanura dan PKB sama-sama meraih 3 kursi, PAN 2 kursi, dan PPP 1 kursi.

Koalisi Golkar-Nasdem bakal mengantongi 14 kursi, sudah cukup untuk mengusung pasangan calon. Apalagi jika ditambah dengan merapatnya partai-partai lain, bakal membuat koalisi ini semakin kuat. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *