Plafon KUR Tanpa Jaminan Naik Jadi Rp100 Juta, Bunga 3 Persen
Aktivitas pembeli dan pedagang di Pasar Jodoh saat pandemi Covid-19 belum mewabah di Kota Batam.

BatamEkbiz.com – Pemerintah menaikkan plafon kredit usaha rakyat (KUR) tanpa jaminan dari sebelumnya Rp50 juta menjadi Rp100 juta. Hal ini dilakukan untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang terdampak pandemi Covid-19.

“Pemerintah menetapkan beberapa perubahan kebijakan KUR, salah satunya yaitu perubahan skema KUR tanpa jaminan yang awalnya tertinggi adalah Rp50 juta menjadi Rp100 juta,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip dari laman Kemenko Perekonomian, Selasa (4/5/2021).

Peningkatan plafon tersebut merupakan respons atas antusiasme yang tinggi dari para pelaku UMKM akan kehadiran KUR dengan suku bunga rendah, serta harapan atas pemulihan usaha UMKM.

Periode pemberlakuan tambahan subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) juga diperpanjang menjadi 3 persen selama enam bulan mulai dari 1 Juli 2021 hingga 31 Desember 2021.

Pemerintah telah menyediakan anggaran sebesar Rp4,39 triliun untuk perpanjangan tambahan subsidi bunga KUR selama jangka waktu tersebut. Tambahan ini membuat total kebutuhan anggaran tambahan subsidi bunga KUR 2021 menjadi Rp7,84 triliun. Selain itu, pemerintah juga memutuskan untuk menambah plafon KUR 2021 dari Rp253 triliun menjadi Rp285 triliun.

Secara keseluruhan, realisasi penyaluran KUR sejak Januari 2021 sampai dengan 29 April 2021 telah mencapai sebesar Rp82,56 triliun atau 32,63 persen dari target 2021 sebesar Rp253 triliun. Jumlah tersebut diberikan kepada 2,28 juta debitur, sehingga total outstanding KUR sebesar Rp252,92 triliun dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) sebesar 0,71 persen. (re)