PLN Batam Minta Maaf Listrik Batam-Bintan Blackout, Bagaimana dengan Ganti Rugi?

  • Whatsapp

Batam, BatamEkbiz.com – bright PLN Batam meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kasus listrik padam massal (blackout) di Kota Batam dan Kabupaten Bintan pada Kamis (4/6/2020). Menurut rilis yang disampaikan PLN Batam ke redaksi batamekbiz.com, padamnya listrik di Batam dan Bintan itu diawali dari sambaran petir yang kuat pada salah satu ruas transmisi 150 kv pada pukul 19.25 WIB.

“Atas kejadian tersebut manajemen PLN Batam memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Direktur Operasi PLN Batam, Awaluddin Hafid.

Bacaan Lainnya

Awaluddin menjelaskan, meski terjadi sambaran petir yang kuat pada sistem kelistrikan Batam–Bintan, namun semua pembangkit dalam kondisi aman.

Pemulihan sistem kelistrikan Batam-Bintan dimulai dengan mengoperasikan PLTD Sekupang yang memang disiapkan sebagai pembangkit blackstart (start awal) di sistem kelistrikan Batam-Bintan.

“Untuk pemulihan sistem kelistrikan tidak dapat instan, karena membutuhkan tahapan di antaranya persiapan operasional pembangkit dan berbagai parameter sistem kelistrikan harus dijaga agar tetap seimbang dalam kondisi yang belum stabil”, jelasnya.

Kasus listrik blackout di Batam-Bintan ini sempat memicu reaksi masyarakat. Apalagi di saat yang sama, banyak pelanggan mengeluhkan layanan PLN Batam lainnya, yakni kenaikan tagihan listrik bulan Juni yang dinilai tidak wajar. Ada yang naik dua kali lipat dibanding tagihan pada bulan-bulan sebelumnya, ada yang tiga kali lipat, bahkan ada yang hampir enam kali lipat. Kenaikan ini makin memberatkan di saat ekonomi sebagian masyarakat hancur akibat pandemi Covid-19.

Belum reda keluhan masyarakat dengan kenaikan tagihan listrik yang tidak wajar, tiba-tiba lampu padam. Pemadaman itu berlangsung cukup lama, lebih dari empat jam. Salah satunya terjadi di kawasan Tanjungpiayu, listrik padam dari mulai sekitar pukul 19.26 WIB sampai pukul 24.00 WIB tak kunjung nyala. Ditambah lagi keesokan paginya, Jumat (5/6/2020), listrik kembali padam hingga sekitar tiga jam lebih.

Akibat insiden pemadaman tersebut, kini masyarakat mempertanyakan kebijakan ganti rugi sebagai bentuk pertanggungjawaban PLN Batam kepada pelanggan yang telah dibuat menderita. Jika mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan, PLN (Persero) wajib memberikan pengurangan tagihan listrik kepada konsumen apabila realisasi tingkat mutu pelayanan tenaga listrik melebihi 10 persen di atas besaran tingkat mutu pelayanan tenaga listrik yang ditetapkan.

“Apakah ada yang tahu berapa kompensasi yang harus diterima pelanggan jika terjadi pemadaman listrik?” tulis warga Batam di laman media sosial.

Indikator tingkat mutu pelayanan tenaga listrik ini terdiri dari lama gangguan, jumlah gangguan, kecepatan pelayanan perubahan daya tegangan rendah, kesalahan pembacaan Kwh meter, waktu koreksi kesalahan rekening, dan/atau kecepatan sambungan baru tegangan rendah.

Kompensasi berupa pengurangan tagihan listrik kepada konsumen itu diberikan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk Konsumen pada golongan tarif yang dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff adjustment). Atau 20 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk Konsumen pada golongan tarif yang tidak dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff adjustment).

Disinggung terkait dengan kompensasi atau ganti rugi kepada konsumen atas blackout di Batam dan Bintan tersebut, bright PLN Batam belum bisa memberi kepastian. “Belum tahu pak, nanti saya update,” jawab Humas bright PLN Batam, Yoga kepada batamekbiz.com. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *