PLTS Terapung Terbesar di Dunia Bakal Dibangun di Atas Waduk Duriangkang
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung terbesar di dunia bakal dibangun di Waduk Duriangkang, Batam.

BatamEkbiz.com – Pepohonan rindang memagari waduk di samping jalan menuju Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Kepulauan Riau. Berbagai jenis burung terbang kesana kemari. Hinggap di batang rumput atau ujung kayu yang tumbuh di tengah waduk.

Empat sampan kayu bersandar di tepi waduk. Warga tengah cari ikan. Sebagian besar pakai alat tangkap jaring.

“Di sini banyak nila,” kata Sudirman, warga yang biasa mencari ikan di sana, awal Agustus lalu.

Di tepi jalan nampak berjejeran tenda-tenda kecil. Mereka menjual lumut sebagai umpan bagi yang mau mancing di waduk.

“Saya sering mancing disini,” katanya.

Di Kota Batam, waduk jadi tempat favorit masyarakat memancing. Di kota industri ini setidaknya ada enam waduk untuk menampung air hujan guna memenuhi kebutuhan air baku satu juta lebih masyarakat Batam.

Waduk tempat Sudirman mancing ini namanya Waduk Duriangkang. Waduk terbesar dari lima lainnya ini memiliki volume tampung efektif 106,7 juta meter kubik.

Di waduk inilah bakal dibangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung terbesar di dunia dengan kapasitas 2,2 GWp. PLTS ini akan membentang sekitar 1.600 hektare di Waduk Duriangkang.

Rencana pembangunan PLTS ini tertuang dalam kerjasama BP Batam dengan perusahaan SunSeap Group asal Singapura, pertengahan Juli 2021. Usai penandatanganan kerjasama, akan dibentuk tim bersama untuk membuat kajian kelayakan dan lingkungan.

PLTS ini akan memakai sistem fotovoltaik terapung floating photovoltaic system (FPV) dan sistem penyimpanan energy storage system (ESS). Sistem ini akan ditempatkan di atas Waduk Duriangkang dengan nilai proyek Rp29 triliun.

Baca juga: Waduk Duriangkang Batam Jelang Pemberlakuan Tarif Pass Lintas Bagan-Punggur

Dalam MoU secara virtual itu, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, kerjasama ini bukti investasi di Kota Batam tetap tumbuh meski dalam masa pandemi Covid-19. Selain investasi, pembangunan proyek ini juga akan menyerap ribuan tenaga kerja.

“Lapangan pekerjaan akan tercipta nanti sekitar 3.000 pekerja. Saya ingin pekerja lokal bekerja sesuai kemampuan masing-masing,” katanya. (re)